Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
NASIONAL

RG Enggan Beri Nomor WA Pengirim, Uang Rp500 Ribu dari Batam ke Mana?

Avatar photo
172
×

RG Enggan Beri Nomor WA Pengirim, Uang Rp500 Ribu dari Batam ke Mana?

Sebarkan artikel ini
Uang Kiriman dari Batam Melalui RG Tahun Lalu
Picsart-24-03-26-04-51-32-353

TINTAJURNALISNEWS –Ke mana sebenarnya uang Rp500.000 per bulan yang disebut-sebut berasal dari seorang pelaku usaha di Kota Batam? Pertanyaan ini mencuat setelah dana yang selama ini disalurkan melalui perantara berinisial RG di Tanjungpinang tak kunjung diterima oleh pihak penerima berinisial E sejak Januari 2026.

Sebelumnya, pola penyaluran dana tersebut berjalan lancar. Setiap bulan, tepatnya pada tanggal 11–12, E secara rutin menerima uang Rp500.000 melalui RG. Tidak pernah ada keterlambatan, tidak pernah ada persoalan. Namun pola yang telah berlangsung berbulan-bulan itu mendadak terputus.

Memasuki 13 Januari 2026, uang yang dinanti tak kunjung datang. Saat dimintai penjelasan, RG hanya menyampaikan pesan singkat melalui WhatsApp, tanpa menyertakan bukti transfer maupun kejelasan sumber dana.

“Terkait yang Batam saya gak monitor lagi… niat baik jadi nama kita yang jelek,” tulis RG singkat.

Pernyataan tersebut justru memunculkan tanda tanya baru. Jika RG tidak lagi memantau, siapa yang memegang kendali atas uang Rp500.000 itu? Jika dana berasal dari Batam, siapa pengirim sebenarnya? Dan jika memang telah dikirim, mengapa tidak ada bukti atau konfirmasi?

Situasi semakin janggal ketika E secara langsung meminta nomor WhatsApp pihak pengirim dari Batam dengan tujuan memastikan langsung status pengiriman uang. Namun hingga berita ini diturunkan, RG enggan memberikan nomor tersebut dan memilih untuk tidak merespons permintaan itu.

Sikap diam ini memicu kecurigaan. Permintaan nomor kontak pengirim seharusnya menjadi langkah sederhana untuk membuka kejelasan. Namun ketika akses informasi justru ditutup, pertanyaan pun bermunculan: Apakah uang Rp500.000 benar-benar dikirim oleh pihak terkait? Apakah dana tersebut masih berada di tangan perantara? Ataukah ada mata rantai penyaluran yang sengaja disembunyikan?

Kasus ini juga menyeret sorotan pada pihak di Batam yang disebut sebagai sumber dana. Jika penyaluran uang dilakukan secara rutin, mengapa tidak ada jalur komunikasi langsung antara pengirim dan penerima? Mengapa seluruh proses bergantung pada satu perantara tanpa transparansi?

Hingga kini, E masih menunggu tanpa kepastian. Uang yang menjadi haknya belum diterima, sementara pihak yang mengetahui alur dana memilih bungkam.

Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan semata soal nominal Rp500.000, melainkan tentang keterbukaan, kepercayaan, dan tanggung jawab. Ketika perantara menutup akses informasi, pengirim tak bisa dikonfirmasi, dan uang tak sampai ke tujuan, publik wajar bertanya: ada apa sebenarnya di balik aliran uang ini?

Example 120x600
NASIONAL

Pemimpin Redaksi Koran Perbatasan, Amran, dikenal sebagai sosok tenang dengan pena tajam di wilayah perbatasan Natuna. Namun di balik kesahajaannya, tersimpan fakta sejarah yang tak banyak diketahui publik. Ia merupakan zuriat lurus Raja Narasinga II dari Indragiri, sosok legendaris yang tercatat dalam sejarah sebagai penentang Portugis dan pembawa kejayaan kerajaan.