Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
NASIONAL

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Persiapan Sekolah Rakyat: Prioritaskan Akses Pendidikan untuk Keluarga Miskin

Avatar photo
72
×

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Persiapan Sekolah Rakyat: Prioritaskan Akses Pendidikan untuk Keluarga Miskin

Sebarkan artikel ini
Picsart-24-03-26-04-51-32-353

Membahas persiapan pelaksanaan program prioritas nasional

TINTAJURNALISNEWS —Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/4), bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan jajaran Kabinet Merah Putih.

Rapat tersebut membahas persiapan pelaksanaan program prioritas nasional: Sekolah Rakyat. Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem, khususnya mereka yang tergolong dalam Desil 1.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya perencanaan berbasis data yang matang agar pelaksanaan Sekolah Rakyat berjalan optimal.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa tahap awal program akan dijalankan di 53 lokasi yang telah ditetapkan.

“Presiden memberikan arahan agar 53 titik itu dikelola dengan perencanaan yang baik, mulai dari tahap awal hingga proses kelulusan siswa,” ujar Gus Ipul kepada media usai rapat.

Presiden juga memberi perhatian khusus pada proses rekrutmen siswa. Ia meminta agar seleksi dilakukan secara ketat dan tepat sasaran, serta menghindari potensi penyimpangan.

“Presiden berharap proses rekrutmen dilakukan sungguh-sungguh dan jauh dari praktik yang tidak semestinya,” tegas Gus Ipul.

Selain 53 titik awal, pemerintah menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di 200 titik tambahan yang kini sedang dalam proses survei oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Titik-titik ini diprioritaskan untuk daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi serta kesiapan lahan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menuturkan bahwa rekrutmen tenaga pendidik akan dilakukan secara terintegrasi, mencakup guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan. Rekrutmen akan melibatkan guru ASN dan PPPK.

“Kami akan berkoordinasi lintas sektor untuk memastikan pemenuhan kebutuhan tenaga pengajar, sesuai arahan Presiden,” ungkap Abdul Mu’ti.

Ia juga menyampaikan bahwa kurikulum Sekolah Rakyat akan dirancang fleksibel dengan sistem multi-entry, multi-exit, yang memungkinkan siswa mengikuti proses belajar sesuai kesiapan dan latar belakang pendidikan masing-masing.

“Capaian pembelajaran tetap terukur, namun waktu masuk dan keluar siswa akan disesuaikan dengan kondisi mereka,” jelasnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menambahkan bahwa program ini merupakan contoh nyata kebijakan berbasis data (evidence-based policy).

BPS mendukung penuh melalui penyediaan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) dan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Dari 53 titik yang diajukan, mayoritas berada di kantong-kantong kemiskinan dan daerah dengan jumlah anak usia sekolah yang belum bersekolah. Sekolah Rakyat diharapkan dapat membuka peluang pendidikan bagi mereka,” terang Amalia.

Melalui koordinasi lintas kementerian dan pemanfaatan data yang akurat, pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat sebagai solusi konkret dalam mengatasi kemiskinan struktural melalui akses pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.****

Example 120x600
NASIONAL

Ke mana sebenarnya uang Rp500.000 per bulan yang disebut-sebut berasal dari seorang pelaku usaha kasino di Kota Batam? Pertanyaan ini mencuat setelah dana yang selama ini disalurkan melalui perantara berinisial RG di Tanjungpinang tak kunjung diterima oleh pihak penerima berinisial E sejak Januari 2026.

Sebelumnya, pola penyaluran dana tersebut berjalan lancar. Setiap bulan, tepatnya pada tanggal 11–12, E secara rutin menerima uang Rp500.000 melalui RG. Tidak pernah ada keterlambatan, tidak pernah ada persoalan. Namun pola yang telah berlangsung berbulan-bulan itu mendadak terputus.

Lingkungan

Aktivitas pembangunan di kawasan Tanjung Piayu belakangan menjadi sorotan publik, menyusul somasi terbuka terkait dugaan perusakan mangrove. Namun, pemuda setempat meminta isu ini disikapi secara objektif dan proporsional, menekankan bahwa proses pembangunan telah melalui tahapan perizinan sesuai ketentuan hukum dan berada di bawah pengawasan instansi terkait.