Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONALPresiden RI

Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Negara Tegaskan Komitmen Lindungi Kaum Buruh

Avatar photo
61
×

Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Negara Tegaskan Komitmen Lindungi Kaum Buruh

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Nganjuk, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan buruh Indonesia [Dok. Setkab RI]

TINTAJURNALISNEWS –Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah sekaligus Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Peresmian ini menjadi bentuk penghormatan negara terhadap perjuangan hak asasi manusia serta hak-hak pekerja yang diperjuangkan oleh almarhumah Marsinah. Selain itu, langkah ini juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan terhadap kaum buruh di Indonesia.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo turut meninjau langsung rumah tempat tinggal Marsinah semasa hidupnya. Ia juga melihat berbagai koleksi peninggalan perjuangan, hingga menyaksikan kamar Marsinah yang tetap dipertahankan sebagai ruang memorial atas keberanian dan pengorbanannya dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

Presiden Prabowo dalam keterangannya menegaskan bahwa Indonesia berdiri di atas fondasi Pancasila yang menjunjung tinggi keadilan sosial serta semangat kekeluargaan. Ia menekankan bahwa negara wajib hadir untuk melindungi seluruh rakyat kecil.

BACA JUGA:  Prabowo Tegaskan Perampok Kekayaan Negara Harus Dihentikan, Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Hutan Kembali ke Negara

“Buruh adalah anak-anak bangsa. Petani adalah anak bangsa. Nelayan anak bangsa. Semuanya, para pemimpin, para politisi, para birokrat hanya petugas, hanya penerima mandat,” tegas Presiden.

Museum Ibu Marsinah diharapkan menjadi ruang edukasi sejarah, refleksi perjuangan, sekaligus pengingat bagi generasi muda tentang pentingnya keadilan sosial, perlindungan hak asasi manusia, serta penghormatan terhadap perjuangan kaum pekerja di Indonesia.