TINTAJURNALISNEWS –Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Peresmian ini menjadi tahap awal dari target pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029, sebagai bagian dari komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem.
Peresmian yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. menegaskan bahwa pendidikan ditempatkan sebagai instrumen strategis dalam memutus rantai kemiskinan dan memperkuat pembangunan sumber daya manusia nasional.
Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, dengan kapasitas hingga 1.000 peserta didik per sekolah. Jika target 500 sekolah tercapai, program ini diproyeksikan mampu menjangkau sekitar 500 ribu murid di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan fisik sarana pendidikan, melainkan bagian dari upaya jangka panjang negara dalam membangun masa depan generasi bangsa, khususnya bagi kelompok masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses pendidikan.
Pemerintah juga menekankan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat akan dijalankan secara transparan dan berorientasi pada kualitas, guna memastikan manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat sasaran.
Dengan diresmikannya 166 Sekolah Rakyat tahap awal ini, pemerintah optimistis tujuan besar menghadirkan pendidikan yang merata sekaligus mendukung agenda pengentasan kemiskinan ekstrem dapat tercapai secara bertahap hingga 2029.












