Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Polri Pecat AKP DI Secara Tidak Hormat Terkait Kasus Penembakan di Sumatera Barat

Avatar photo
243
×

Polri Pecat AKP DI Secara Tidak Hormat Terkait Kasus Penembakan di Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

TintaJurnalisNews -Polri menunjukkan sikap tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan anggotanya dengan menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada seorang perwira polisi aktif, AKP DI.

Keputusan ini diambil dalam sidang kode etik yang berlangsung pada Selasa, 26 November 2024, menyusul kasus penembakan terhadap seorang anggota polisi di Sumatera Barat (Sumbar) yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa Polri tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran hukum maupun kode etik oleh anggotanya.

“Sidang ini merupakan bentuk nyata komitmen pimpinan Polri. Siapapun yang terbukti bersalah, baik secara pidana maupun pelanggaran kode etik, akan diberikan sanksi tegas. Kita tidak ada toleransi terhadap perbuatan yang mencoreng institusi Polri,” ujar Irjen Pol. Sandi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (26/11) malam.

 

**Tonton YouTube di Bawah Ini**

HUKUM & KRIMINAL

Bareskrim Polri menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal, penghapusan data elektronik, serta akses tanpa hak terhadap sistem elektronik. Kasus ini menjadi sorotan setelah penyidik mengungkap adanya dugaan penyadapan terhadap sejumlah nomor telepon milik pejabat negara, termasuk Presiden Republik Indonesia, hingga tokoh politik dan berbagai kalangan masyarakat.

HUKUM & KRIMINAL

Dugaan aktivitas pertambangan dan pengiriman bauksit dari Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, menuju PT Bintan Alumina Indonesia (PT BAI) di Galang Batang, Bintan, mendesak mendapat perhatian serius pemerintah. Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Riau dan instansi terkait diminta tidak tinggal diam serta segera melakukan pemeriksaan langsung di lapangan.