Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
NASIONAL

Penganugerahan Gelar Kehormatan Wali Nanggroe untuk Mendagri Tito Karnavian  

Avatar photo
63
×

Penganugerahan Gelar Kehormatan Wali Nanggroe untuk Mendagri Tito Karnavian  

Sebarkan artikel ini
Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah turut hadir menyaksikan secara langsung prosesi penganugerahan Gelar Kehormatan Petua Panglima Hukom Nanggroe kepada Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D
Picsart-24-03-26-04-51-32-353

TINTAJURNALISNEWS -Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah turut hadir menyaksikan secara langsung prosesi penganugerahan Gelar Kehormatan Petua Panglima Hukom Nanggroe kepada Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D. Prosesi adat penuh makna itu berlangsung di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar, pada Rabu (12/11/2025).

Gelar kehormatan tersebut disematkan langsung oleh Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar, melalui Lembaga Wali Nanggroe sebuah institusi adat yang menjadi simbol kearifan lokal dan memiliki dasar hukum sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Dalam prosesi adat yang khidmat itu, Mendagri Tito Karnavian mengenakan busana adat Aceh lengkap dengan rencong terselip di pinggang, lambang kehormatan dan keberanian bagi masyarakat Aceh. Penyambutan adat dilakukan secara penuh oleh Wali Nanggroe bersama perangkat lembaga adat, mencerminkan penghormatan tinggi terhadap tamu kehormatan.

Dengan mengusung semangat “Pemberian Gelar Kehormatan Wali Nanggroe”, kegiatan ini bukan sekadar seremoni simbolik, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat.

Penganugerahan ini menjadi bentuk apresiasi atas kiprah dan kontribusi Tito Karnavian dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sembari tetap menghormati kekhususan Aceh sebagai daerah istimewa dengan nilai-nilai adat dan budaya yang kuat.

Selain itu, kegiatan ini turut menegaskan peran strategis Lembaga Wali Nanggroe sebagai penjaga nilai adat, budaya, serta keharmonisan masyarakat Aceh dalam bingkai perdamaian berkelanjutan. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Ketua DPRA Zulfadhli, unsur Forkopimda, serta sejumlah tokoh adat dan masyarakat

TIM TJN

Example 120x600
NASIONAL

Dalam pernyataannya, Pigai menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah awal guna mempersiapkan upaya Indonesia merebut kursi penting tersebut.

“Hari ini, Kementerian HAM bersama Kementerian Luar Negeri serta Wakil Kepala Bappenas telah mengambil posisi. Kami akan merebut jabatan Presiden Dewan HAM PBB,” ujar Pigai di hadapan para tamu undangan dan pemangku kebijakan yang hadir.