Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Nelayan Kepri Ditahan di Malaysia: KNTI Mendesak Presiden Bertindak Cepat

Avatar photo
168
×

Nelayan Kepri Ditahan di Malaysia: KNTI Mendesak Presiden Bertindak Cepat

Sebarkan artikel ini

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kepulauan Riau, Buyung

TintaJurnalisNews -Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kepulauan Riau menyerukan tindakan tegas kepada Presiden RI terkait penahanan nelayan asal Bintan dan Lingga oleh otoritas Malaysia.

Insiden ini terjadi di perbatasan Batu Putih pada Kamis, 25 Juli, pukul 12.00 WIB  Nelayan yang ditahan kini berada di Johor dan ditangani oleh Polisi Diraja Malaysia serta Marin Malaysia. KNTI telah berkoordinasi dengan pihak Malaysia dan pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah ini.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

“Kami telah melaporkan kejadian ini ke Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) dan instansi lainnya,” ujar Buyung, Sekretaris KNTI Kepri.

BACA JUGA:  Ahmad Sahroni Kembali Duduki Kursi Wakil Ketua Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse

Pada Kamis, 11 Juli 2024, KNTI Kepri mendapat panggilan dari BAKAMLA RI untuk membantu memulangkan para nelayan yang ditahan di Malaysia.

“Kami berterima kasih atas kerja sama cepat dari BAKAMLA dan instansi lainnya sehingga nelayan Kepri ini bisa segera kembali ke keluarganya. Alhamdulillah mereka semua dalam keadaan sehat dan keluarga mereka juga gembira menyambut kepulangan mereka,” tambah Buyung.

Buyung menekankan pentingnya penanganan serius agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Nelayan kita sudah susah, jangan sampai mereka harus dipenjara lagi. Harus ada tindakan cepat dan serius agar kasus ini tidak terulang kepada siapapun.”

Berikut adalah daftar nelayan yang akan dipulangkan: Nurdin, Baharudin, Ongek, Wawan, Awang, Sapa, Amat, Kamalia, Ros, Noraini, Enon, Andi

BACA JUGA:  Masalah di Pertamina Tanjung Uban-Bintan, Sosialisasi Malah Digelar di Batam: Warga Pertanyakan Transparansi

Peristiwa ini menyoroti perlunya perhatian lebih terhadap keamanan dan perlindungan nelayan Indonesia di perbatasan. Diharapkan pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

EKONOMI

Berbagai keluhan yang selama ini dirasakan nelayan di Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akhirnya mulai terungkap ke permukaan. Mulai dari sulitnya memperoleh BBM subsidi, lambannya pengurusan dokumen kapal, hingga dugaan ketidaksesuaian penyaluran BBM menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.