Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
NASIONAL

Mobil Pikap Bermuatan Penuh Lalu Lalang di Bintan dan Tanjungpinang, Pengawasan Jalan Mandul?

Avatar photo
102
×

Mobil Pikap Bermuatan Penuh Lalu Lalang di Bintan dan Tanjungpinang, Pengawasan Jalan Mandul?

Sebarkan artikel ini
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}

Ilustrasi Tinta Jurnalis News

TINTAJURNALISNEWS -Sejak hari pertama Ramadan, mobil pikap dengan muatan penuh semakin sering terlihat melintas di jalanan Bintan dan Tanjungpinang Kepulauan Riau.

Kendaraan-kendaraan ini beroperasi di malam hingga pagi hari, dengan muatan yang tertutup rapat menggunakan terpal. Pemandangan ini semakin mencolok, namun di mana pengawasan dari pihak berwenang?

Pantauan di lapangan menunjukkan lonjakan jumlah kendaraan pengangkut barang yang melintas di berbagai ruas jalan, baik jalan utama maupun jalur alternatif.

Aktivitas ini paling banyak terjadi menjelang waktu sahur dan subuh. Apakah mereka membawa pasokan kebutuhan pokok dalam jumlah besar? Atau ada distribusi lain yang berjalan tanpa pengawasan?

Selain isi muatan yang masih menjadi pertanyaan, keselamatan di jalan juga menjadi sorotan. Kendaraan dengan muatan penuh berisiko lebih tinggi mengalami kecelakaan, terutama jika melebihi kapasitas atau tidak memenuhi standar keselamatan.

Namun hingga kini, pengawasan dari pihak terkait tampak minim. Apakah aturan lalu lintas hanya berlaku bagi sebagian orang saja? Fenomena ini terus berlangsung tanpa ada tindakan berarti. Apakah pihak berwenang masih tertidur di jam-jam kendaraan ini beroperasi?

NASIONAL

Pemerintah terus mendorong perubahan pola kerja aparatur negara melalui transformasi budaya kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menghadapi tantangan global, dengan menitikberatkan pada efisiensi, produktivitas, serta pemanfaatan teknologi digital di lingkungan birokrasi.