Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
Jakarta

Menteri ESDM Klarifikasi Isu Tambang di Raja Ampat, Tegaskan Komitmen Transparansi Informasi

Avatar photo
166
×

Menteri ESDM Klarifikasi Isu Tambang di Raja Ampat, Tegaskan Komitmen Transparansi Informasi

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia

TINTAJURNALISNEWS —Pemerintah menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akurasi informasi dalam menanggapi isu tambang di kawasan Raja Ampat, khususnya terkait aktivitas pertambangan di Pulau Gag.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyayangkan beredarnya informasi visual di media sosial yang dinilai tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Jadi mohon kepada saudara-saudara saya sebangsa setanah air, dalam menyikapi berbagai informasi, tolong kita juga harus hati-hati,” ujar Bahlil dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/6/2025).

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Bahlil menjelaskan bahwa sebelum mengambil keputusan terkait kebijakan tambang di Pulau Gag, ia bersama tim telah meninjau langsung kondisi wilayah tersebut, termasuk kawasan reklamasi dan lingkungan laut di sekitar area tambang PT Gag Nikel.

BACA JUGA:  Pemeriksaan LKPP 2024 Rampung, Pemerintah Apresiasi Kinerja BPK

Dalam pernyataannya, Menteri ESDM juga menampilkan dokumentasi visual terkini dari lokasi tambang. Gambar-gambar tersebut menunjukkan kondisi laut yang masih jernih serta area tambang yang telah melalui proses reklamasi sebagian. Ia menyebut bahwa beredarnya gambar yang tidak sesuai fakta dapat menimbulkan persepsi keliru terhadap kebijakan pemerintah.

“Jadi sangatlah mohon maaf, tidak objektif, kalau ada gambar lain yang kurang pas,” imbuh Bahlil.

Menurutnya, klarifikasi visual ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses pengambilan keputusan pemerintah dalam pengelolaan sumber daya alam. “Kita harus bijak, bisa membedakan mana yang sesungguhnya, mana yang tidak benar karena kita semua ingin untuk Indonesia baik,” tutupnya.

Sumber: BPMI Setpres