Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
Bintan

Media, Babinsa, dan SPPI Bersatu Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Avatar photo
31
×

Media, Babinsa, dan SPPI Bersatu Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
Picsart-24-03-26-04-51-32-353
Awak Media Tinta Jurnalis News, Babinsa dan Perwakilan SPPI

TINTAJURNALISNEWS —Asupan gizi seimbang merupakan fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang unggul, sehat, dan produktif. SDM yang berkualitas menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan serta motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah memperkuat program gizi masyarakat, awak media Tinta Jurnalis menginisiasi pertemuan dan diskusi bersama sejumlah pihak terkait. Pertemuan tersebut digelar di Kedai Kopi Kaisar, Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, dengan tujuan membahas berbagai kendala dan langkah kolaboratif dalam pengolahan serta pendistribusian makanan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat.

Dalam kegiatan itu hadir Babinsa Tanjung Uban, perwakilan dari SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia), Wakil Ketua Yayasan Dapur, serta awak media KPK Tipikor, Rusli.

Dalam dialog tersebut, Babinsa Tanjung Uban menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari tugas komando yang memerlukan sinergi lintas sektor. Ia mengakui tugas ini cukup berat dan menuntut tanggung jawab besar, namun hal tersebut dianggap sebagai sebuah kehormatan karena merupakan mandat dari kesatuan.

Sementara itu, awak media Tinta Jurnalis sebagai kontrol sosial mengingatkan pihak SPPI, yang bekerja di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN) sebuah inisiatif dari Kementerian Pertahanan agar memastikan pengawasan ketat terhadap kualitas gizi dan kebersihan dalam setiap proses produksi dan distribusi. Penanganan limbah dapur juga diminta diperhatikan dengan serius agar tidak menimbulkan gangguan atau keresahan di lingkungan sekitar.

Dari pihak Yayasan Dapur, dijelaskan bahwa lembaganya terpilih menjadi bagian dari program MBG setelah melalui proses seleksi dan evaluasi bertahap melalui portal resmi BGN. Dalam pelaksanaannya, yayasan tersebut juga turut membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal dengan melibatkan sekitar 50 tenaga kerja.

Meski demikian, karena program ini tergolong baru, berbagai tantangan di lapangan tetap harus diantisipasi. Potensi permasalahan seperti pencemaran makanan, kelalaian dalam kebersihan alat makan, maupun pengelolaan limbah perlu mendapat perhatian serius.

Rusli, dari media KPK Tipikor, menegaskan bahwa apabila ditemukan pelanggaran atau kelalaian dalam pelaksanaan program, maka sanksi tegas harus diberlakukan dan tidak cukup hanya dimaklumi.

Melalui kegiatan diskusi di Kedai Kopi Kaisar ini, seluruh pihak sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dan pengawasan demi memastikan program gizi nasional berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

 

[SUPAR]

 

Example 120x600