Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

KPK Kajian 17 Poin RUU HAP, Dorong Pembahasan Terbuka dan Berintegritas

Avatar photo
242
×

KPK Kajian 17 Poin RUU HAP, Dorong Pembahasan Terbuka dan Berintegritas

Sebarkan artikel ini
KPK

TINTAJURNALISNEWS –Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi mengkaji sebanyak 17 poin krusial dalam Rancangan Undang-Undang tentang Hukum Acara Pidana (RUU HAP) yang saat ini sedang dibahas bersama oleh DPR RI dan Pemerintah.

Dalam keterangannya, KPK menegaskan bahwa proses penyusunan RUU HAP harus dilakukan secara terbuka, transparan, dan melibatkan semua pihak agar mampu menampung aspirasi luas dari masyarakat.

“KPK berharap proses pembentukan RUU ini tidak hanya menjadi agenda formalitas, tetapi benar-benar menjadi ruang musyawarah untuk menghasilkan hukum acara pidana yang berkeadilan, bermanfaat, dan berintegritas,” ujar Juru Bicara KPK dalam pernyataan resminya.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Kajian yang dilakukan KPK difokuskan untuk mengidentifikasi pasal-pasal dalam RUU HAP yang berpotensi melemahkan penegakan hukum tindak pidana korupsi, termasuk menyangkut kewenangan penyadapan, penyitaan, hingga upaya pencekalan ke luar negeri.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Apresiasi Kinerja BAZNAS dalam Tingkatkan Pertumbuhan Zakat

Seluruh catatan tersebut akan menjadi bagian dari masukan resmi yang disampaikan kepada Presiden dan DPR.

KPK menekankan bahwa semangat pemberantasan korupsi harus tetap menjadi roh utama dalam pembentukan RUU ini, tanpa adanya intervensi dari pihak manapun yang berpotensi mereduksi independensi lembaga penegak hukum.

Hingga berita ini diturunkan, KPK menyatakan kajian tersebut sudah dalam tahap finalisasi dan akan segera diajukan kepada pemangku kebijakan terkait sebagai bentuk tanggung jawab dan kontribusi KPK dalam menjaga marwah sistem hukum nasional.

Sumber: KPK

NASIONAL

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Haji dan Umrah, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Ketua Pengawas Haji, serta pimpinan Komisi VIII DPR RI di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Rabu (17/6/2026).
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (Setkab RI), pertemuan tersebut membahas laporan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang secara umum dinilai berjalan baik, lancar, tertib, serta semakin memberikan kemudahan bagi jemaah Indonesia.