Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
Tanjungpinang

Kepala TK Pembina Ladang Panjang Disesalkan Wali Murid atas Sikap Arogansi dalam Pemungutan SPP

Avatar photo
124
×

Kepala TK Pembina Ladang Panjang Disesalkan Wali Murid atas Sikap Arogansi dalam Pemungutan SPP

Sebarkan artikel ini

Foto Ilustrasi

TintaJurnalisNews –Wali murid di TK Pembina Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari, mengungkapkan keresahan terhadap sikap Kepala Sekolah, Hasnita, yang dinilai arogan saat menagih uang iuran sekolah (SPP). Hal ini diungkapkan oleh salah seorang wali murid, Metly, kepada awak media.

Metly menjelaskan bahwa Kepala Sekolah secara langsung mendatangi rumahnya untuk meminta uang SPP sebesar Rp50 ribu. “Saya merasa keberatan dengan cara yang dilakukan kepala sekolah. Hal ini sangat mengganggu,” ujar Metly.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Lebih lanjut, Metly memaparkan bahwa sebelumnya pihak sekolah juga telah meminta uang untuk pembelian seragam. Namun, karena adanya pemotongan uang SPP yang belum terbayarkan, ia akhirnya terpaksa membeli seragam secara online. “Kami, para wali murid, berharap pihak berwenang segera menyelesaikan masalah ini agar anak-anak dapat belajar dengan nyaman,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Kritik Terhadap Pelayanan Puskesmas Batu 10: Sami'Un Desak Pemko Tanjungpinang Fokus pada Pelayanan Masyarakat

Dinas Pendidikan Berikan Teguran

Menanggapi laporan ini, Kepala Dinas Pendidikan Pasaman, Gunawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah memanggil Kepala Sekolah TK Pembina Ladang Panjang untuk memberikan klarifikasi.

“Dari hasil penjelasan yang kami terima, memang benar adanya pemungutan uang SPP sebesar Rp50 ribu. Menurut kepala sekolah, uang tersebut digunakan untuk keperluan operasional sekolah,” terang Gunawan melalui sambungan telepon.

Namun demikian, Gunawan menegaskan agar praktik pungutan tersebut segera dihentikan. “Dinas Pendidikan akan mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan operasional sekolah. Saat ini, program pendidikan gratis di Pasaman baru mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga SLTA dalam program Wajib Belajar (Wajar) 9 Tahun. PAUD dan Taman Kanak-Kanak belum termasuk dalam program tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA:  Ayo Ramaikan Silahturahmi Akbar Orang Minang Bersama HMR Dan 3 Artis Minang Top

Harapan untuk Pendidikan yang Lebih Baik

Gunawan berharap agar program pendidikan gratis yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Pasaman dapat berjalan lebih baik ke depannya, termasuk di jenjang pendidikan PAUD dan TK. “Kami ingin pendidikan gratis dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, tanpa terkecuali,” pungkasnya.

Polemik ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat, terutama para wali murid, yang berharap ada perubahan sistem yang lebih baik demi menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi anak-anak.(***)

Link WhatsApp Klik untuk chat WhatsApp