TINTAJURNALISNEWS –Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mengidentifikasi permasalahan dan isu strategis kerja sama multilateral di bidang pertahanan dan keamanan. Kegiatan tersebut berlangsung di Bandung, Jumat (13/2/2026).
Rakor dipimpin oleh Adi Winarso selaku Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Multilateral. Dalam pembukaan kegiatan, ia menegaskan bahwa dinamika global yang semakin kompleks menuntut perhatian serius dari seluruh negara, termasuk Indonesia.
Menurutnya, sebagai negara yang aktif dalam diplomasi multilateral, Indonesia memiliki peran penting dalam mendorong keamanan dan perdamaian dunia. Karena itu, Kemenko Polkam perlu memastikan keselarasan langkah dan peran Indonesia di tingkat global, khususnya dalam isu pertahanan dan keamanan.
Rakor ini membahas sejumlah isu strategis, mulai dari kerja sama penanggulangan terorisme regional dan internasional, keamanan siber, hingga misi pemeliharaan perdamaian internasional, termasuk International Stabilization Force (ISF).

Melalui forum koordinasi tersebut, diharapkan tercapai pembaruan informasi, identifikasi tantangan dan peluang, serta pemetaan agenda pertemuan internasional penting sepanjang 2026 yang memerlukan perhatian khusus Indonesia. Selain itu, rakor juga menjadi sarana memperkuat kolaborasi antarinstansi serta merumuskan langkah koordinasi yang lebih efektif dalam menghadapi berbagai isu global.
Adi Winarso berharap diskusi menghasilkan rumusan kebijakan konkret guna memperkuat posisi diplomasi Indonesia. Ia menegaskan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pengamat, tetapi berperan aktif dalam pembentukan norma global di bidang pertahanan dan keamanan.
Rakor menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga terkait. Di antaranya Sekretaris Dirjen Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan, M Nafis yang memaparkan perkembangan pertahanan nasional dan kesiapan Indonesia dalam misi ISF.
Kemudian Sandiman Ahli Utama Badan Siber dan Sandi Negara, Dwi Kartono yang membahas perkembangan kerja sama keamanan siber.
Selanjutnya Direktur Kerja Sama Regional dan Multilateral Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Dionisius Elvan Swasono memaparkan isu penanggulangan terorisme regional dan internasional.
Sementara itu, Direktur Pembinaan Operasi di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Untung Prayitno menyampaikan perkembangan serta evaluasi misi pemeliharaan perdamaian.
Rakor ini juga dihadiri perwakilan berbagai lembaga pemerintah, akademisi, hingga BUMN yang berkaitan dengan sektor pertahanan dan keamanan, sebagai upaya memperkuat koordinasi nasional dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang.
Sumber: Kemenko Polkam RI









