Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
HUKUM & KRIMINALPolri

Kapolresta Tanjungpinang Cek Kesiapan Pengamanan Nataru, Pastikan Pos Ops Lilin Seligi Siap Beroperasi

Avatar photo
304
×

Kapolresta Tanjungpinang Cek Kesiapan Pengamanan Nataru, Pastikan Pos Ops Lilin Seligi Siap Beroperasi

Sebarkan artikel ini
Kombes Pol. Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H.

TINTAJURNALISNEWS –Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol. Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H., melakukan pengecekan langsung ke sejumlah Pos Pelayanan (Pos Yan) dan Pos Pengamanan (Pos Pam) Operasi Lilin Seligi 2025 di wilayah Kota Tanjungpinang, Senin (22/12/2025).

Pengecekan tersebut dilaksanakan bersama para Pejabat Utama (PJU) Polresta Tanjungpinang guna memastikan kesiapsiagaan personel serta kelengkapan sarana dan prasarana pengamanan maupun pelayanan kepada masyarakat selama momentum libur panjang Nataru.

Kegiatan diawali dengan pengecekan Pos Pelayanan Operasi Lilin Seligi 2025 di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. Dari hasil pantauan, arus penumpang pesawat dengan tujuan Jakarta dan Letung terpantau masih dalam kondisi normal dan belum menunjukkan adanya lonjakan signifikan.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Kapolresta Tanjungpinang yang didampingi perwakilan PT Angkasa Pura serta petugas Aviation Security (Avsec) menyampaikan bahwa situasi arus penumpang hingga H-3 Natal masih terkendali.

“Pada hari ini, Senin H-3 Natal, jumlah penumpang masih dalam kondisi normal dan belum terlihat adanya peningkatan,” ujar Kombes Pol. Hamam Wahyudi.

Dalam Operasi Lilin Seligi 2025, Polresta Tanjungpinang mendirikan empat pos operasi yang terdiri dari dua Pos Pelayanan, yakni di Bandara RHF Tanjungpinang dan Pelabuhan Sri Bintan Pura, serta dua Pos Pengamanan yang berlokasi di Km 10 dan kawasan Ramayana.

Kapolresta menegaskan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas pengamanan dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab, mengingat Operasi Lilin merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Saya mengajak seluruh personel untuk menjalankan tugas ini dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Kehadiran Polri di tengah masyarakat harus benar-benar dirasakan manfaatnya, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Selain fokus pada pengamanan Nataru, Kapolresta Tanjungpinang juga mengingatkan seluruh jajaran agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan dapat berubah sewaktu-waktu.

“Saya minta seluruh personel tetap siaga terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi. Lakukan koordinasi yang baik dengan instansi terkait dan pastikan respons cepat apabila terjadi situasi darurat demi keselamatan masyarakat,” tambahnya.

Melalui kegiatan pengecekan ini, Polresta Tanjungpinang memastikan seluruh Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan Operasi Lilin Seligi 2025 siap beroperasi secara optimal sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

HUKUM & KRIMINAL

Ketua Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAMNR), Said Ahmad Syukri atau yang akrab disapa SAS Jhoni, memilih turun langsung ke lapangan dengan menginap di kawasan The Residence Bintan pada Sabtu hingga Minggu (11–12 Juli 2026). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan secara langsung kondisi di lokasi setelah organisasi yang dipimpinnya melaporkan dugaan persoalan saluran di kawasan resort tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Riau.

HUKUM & KRIMINAL

Dugaan aktivitas penambangan pasir darat ilegal di Kampung Banjar, Galang Batang, Teluk Bakau, kawasan sebelum tower, Kabupaten Bintan, kembali menjadi sorotan publik. Aktivitas yang menurut keterangan warga telah berlangsung cukup lama itu disebut masih terus beroperasi. Di tengah dugaan tersebut, masyarakat mulai mempertanyakan belum adanya tindakan maupun penjelasan resmi dari aparat penegak hukum. Pertanyaan yang kini ramai terdengar di tengah warga pun sederhana, namun menggelitik, “Kok polisi diam, ada apa?”