Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Jakarta

Joint Program Optimalisasi Penerimaan Negara 2025 Resmi Dimulai

Avatar photo
167
×

Joint Program Optimalisasi Penerimaan Negara 2025 Resmi Dimulai

Sebarkan artikel ini
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

TINTAJURNALISNEWS –Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi memulai Joint Program Optimalisasi Penerimaan Negara Tahun 2025 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan penerimaan pajak, kepabeanan dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi antarunit di lingkungan Kemenkeu guna mendukung target peningkatan rasio perpajakan nasional sebagaimana amanat Presiden Prabowo Subianto.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

“Optimalisasi penerimaan negara tahun 2025 melalui joint program dimulai hari ini,” ujar Sri Mulyani dalam pernyataannya, Kamis (27/03).

Program ini melibatkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), Sekretariat Jenderal (Setjen), Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Inspektorat Jenderal (Itjen), serta Lembaga National Single Window (LNSW).

BACA JUGA:  Menkeu Sri Mulyani dan Dubes AS Bahas Peluang Negosiasi Tarif Dagang dan Penguatan Kerja Sama Bilateral

“Joint program ini merupakan upaya kolektif antarunit Kemenkeu untuk menerjemahkan kebijakan fiskal ke dalam tugas dan fungsi masing-masing, sehingga penerimaan negara dapat meningkat secara optimal dan berkelanjutan,” tambah Menkeu.

Program ini diharapkan mampu memperkuat fondasi fiskal negara dan mendukung kebijakan ekonomi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan serta stabilitas keuangan nasional.

Sumber: Kemkeu RI