Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
PEMERINTAHANTaman Gurindam

Isu ‘Instruksi Tak Bertaring’ Ditepis, Sas Joni Tegaskan Zona B Tertib dan Koordinatif

Avatar photo
366
×

Isu ‘Instruksi Tak Bertaring’ Ditepis, Sas Joni Tegaskan Zona B Tertib dan Koordinatif

Sebarkan artikel ini
Sas Joni

TINTAJURNALISNEWS –Isu yang menyebut Instruksi Gubernur Kepulauan Riau “tak bertaring” serta menuding aktivitas di Zona B Taman Gurindam 12 sebagai bentuk pembangkangan, dibantah tegas Koordinator Zona B, Ahmad Syukri alias Sas Joni.

Sas Joni menilai pemberitaan tersebut tidak mencerminkan kondisi faktual di lapangan dan berpotensi membangun persepsi keliru seolah terjadi krisis kewibawaan pemerintah daerah.

“Kami tegaskan, tidak ada pembangkangan terhadap Instruksi Gubernur. Kami tetap menghormati dan tunduk pada kebijakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Apa yang berjalan di Zona B saat ini berada dalam koridor komunikasi dan koordinasi,” tegasnya, Rabu (25/2/2026).

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Ia menjelaskan, aktivitas UMKM di Zona B bukan bentuk komersialisasi liar, melainkan penataan sementara dalam momentum Ramadan guna mendorong perputaran ekonomi kerakyatan.

BACA JUGA:  Bravo! Pemerintah Kota Tanjungpinang Tanggap Cepat, Taman Batu 10 Kini Kembali Terang dan Nyaman

Menurutnya, seluruh proses telah melalui mekanisme administrasi dan komunikasi dengan pihak terkait.

“Zona B bukan ruang yang diambil secara sepihak. Semua melalui mekanisme dan koordinasi. Jangan digiring seolah-olah ada tekanan atau kekuatan tersembunyi. Itu asumsi yang tidak berdasar,” ujarnya.

Terkait tudingan bahwa ruang terbuka hijau dipaksa menjadi arena kuasa, Sas Joni menyebut narasi tersebut berlebihan dan tidak proporsional. Ia memastikan aktivitas yang berjalan bersifat temporer, terukur, serta tidak mengubah fungsi dasar kawasan.

“Kami memahami fungsi ruang terbuka hijau. Kegiatan ini sementara dan tetap menjaga kebersihan, ketertiban, serta estetika lokasi,” katanya.

Ia juga membantah anggapan adanya friksi horizontal akibat aktivitas tersebut. Menurutnya, Zona B dan Zona C memiliki dinamika masing-masing dan tidak semestinya dipertentangkan.

BACA JUGA:  Polres Nagan Raya Hadir untuk Masyarakat, Sat Reskrim Salurkan Puluhan Paket Sembako ke Pesantren dan Warga Terdampak Banjir

“Kami tidak pernah berniat mematikan usaha pihak lain. Ramadan seharusnya menjadi ruang kolaborasi, bukan konflik,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Sas Joni menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau serta kesiapan mengikuti setiap keputusan resmi yang ditetapkan.

“Kami mendukung kebijakan Pemprov Kepri. Jika ada evaluasi, kami terbuka. Namun jangan membangun opini seolah-olah pemerintah tidak berwibawa. Itu tidak benar,” tutupnya.

PEMERINTAHAN

Proyek pemasangan pembatas jalan yang dilengkapi lampu hias di kawasan Simpang Empat, tepatnya di sekitar lampu merah Jalan Pelajau dan Jalan Raya Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, menuai sorotan masyarakat. Instalasi kabel listrik yang terpasang pada proyek tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan karena diduga tidak memenuhi standar kelistrikan yang semestinya.

EKONOMI

Dugaan permasalahan dalam penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi bagi nelayan kembali menjadi sorotan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Sejumlah nelayan Desa Kuala Tambangan mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, serta aparat penegak hukum untuk melakukan audit menyeluruh terhadap operasional SPBUN 68.708.003 yang melayani kebutuhan BBM subsidi bagi nelayan setempat.

HUKUM & KRIMINAL

Polemik proyek PT Gandasari Shipyard Bintan kini semakin menjadi perhatian publik. Sorotan tidak lagi hanya tertuju kepada kementerian di tingkat pusat, tetapi juga mengarah kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kabupaten Bintan yang dinilai tidak boleh bersikap pasif terhadap berbagai persoalan yang berkembang di lapangan.