Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
PEMERINTAHAN

HUT ke-78 Sumut, Pemprov Dorong “Satu Kolaborasi Sejuta Energi”: Bukan Sekadar Slogan, Tapi Kunci Percepatan Pembangunan!

Avatar photo
62
×

HUT ke-78 Sumut, Pemprov Dorong “Satu Kolaborasi Sejuta Energi”: Bukan Sekadar Slogan, Tapi Kunci Percepatan Pembangunan!

Sebarkan artikel ini
Dok. Diskominfo Sumut

TINTAJURNALISNEWS –Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi strategi utama dalam mempercepat pembangunan daerah. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha hingga masyarakat dinilai sebagai kekuatan besar yang mampu menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.

Penegasan ini disampaikan oleh Ardan Noor saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif yang digelar RRI Medan, Selasa (14/4/2026), dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumatera Utara.

Mengangkat tema “Satu Kolaborasi Sejuta Energi”, Ardan menekankan bahwa persatuan dan kerja sama bukan hanya jargon seremonial, melainkan fondasi utama dalam mendorong pembangunan yang efektif dan berkelanjutan.

“Satu kolaborasi mencerminkan sinergi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, stakeholder, akademisi dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan di Sumut,” tegas Ardan.

BACA JUGA:  Kemenko Polkam Verifikasi Strategi KSPI, Perkuat Kerja Sama Pembangunan Indonesia di Kawasan Pasosaf

Ia menjelaskan, kolaborasi yang terbangun secara kuat akan menjadi energi besar yang mampu mempercepat pencapaian target pembangunan. Melalui pendekatan komunikasi yang efektif dan sosialisasi yang masif, berbagai kepentingan dapat diakomodasi secara seimbang.

Tak hanya itu, langkah ini juga dinilai mampu meminimalisir konflik, mencegah tumpang tindih kebijakan, serta memastikan pembangunan berjalan inklusif dan merata hingga ke seluruh lapisan masyarakat.

Pandangan senada disampaikan oleh Hatta Ridho. Ia menilai konsep kolaborasi sejatinya selaras dengan nilai luhur gotong royong yang telah lama mengakar dalam budaya masyarakat Indonesia.

Menurutnya, paradigma pembangunan kini telah bergeser. Masyarakat tidak lagi hanya menjadi objek, tetapi harus berperan aktif sebagai subjek pembangunan.

BACA JUGA:  Pangdam I/BB Tutup Dikmaba Infanteri dan Diktukba TNI AD TA 2026, Ratusan Bintara Resmi Disumpah

“Kalau dulu masyarakat sebagai objek, sekarang harus menjadi subjek. Artinya, masyarakat harus aktif, bukan hanya pasif,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pembangunan bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama. Konsep ini dikenal sebagai collaborative governance, di mana semua pihak memiliki peran dan kontribusi yang setara.

Dengan jumlah penduduk Sumut yang mencapai sekitar 15 juta jiwa, kolaborasi dinilai sebagai kekuatan strategis dalam menyatukan potensi daerah. Pemerintah berharap semangat ini tidak berhenti pada peringatan HUT semata, tetapi terus diwujudkan dalam kebijakan dan aksi nyata di berbagai sektor pembangunan.