Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
NASIONAL

Harga Sembako Melonjak di Kepulauan Riau Jelang Akhir 2025, Distribusi Disebut Terkendala Pengetatan Pelabuhan

Avatar photo
193
×

Harga Sembako Melonjak di Kepulauan Riau Jelang Akhir 2025, Distribusi Disebut Terkendala Pengetatan Pelabuhan

Sebarkan artikel ini
Foto Tinta Jurnalis News
Picsart-24-03-26-04-51-32-353

TINTAJURNALISNEWS —Lonjakan harga kebutuhan pokok atau sembako di berbagai wilayah Kepulauan Riau kian dikeluhkan masyarakat menjelang akhir tahun 2025. Kenaikan harga yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dinilai semakin memberatkan warga, terutama masyarakat berpenghasilan rendah, karena berdampak langsung pada daya beli sehari-hari.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional menunjukkan harga beras, minyak goreng, gula pasir, telur, cabai, hingga bawang mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini memaksa sebagian warga mengurangi jumlah belanja, bahkan menunda pembelian kebutuhan tertentu.

“Belanja sekarang terasa jauh lebih berat. Dengan uang yang sama, barang yang dibeli jauh berkurang,” keluh seorang warga saat berbelanja di pasar.

Selain faktor musiman akhir tahun, berbagai pihak menilai lonjakan harga sembako di Kepulauan Riau juga dipengaruhi oleh terganggunya distribusi barang. Pengetatan pengawasan di sejumlah pelabuhan yang selama ini menjadi jalur utama keluar-masuk kapal pengangkut sembako disebut membuat sebagian pelaku distribusi merasa khawatir untuk beroperasi.

Seorang pelaku usaha distribusi sembako yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa ketatnya pemeriksaan di pelabuhan membuat pengiriman menjadi terhambat. Menurutnya, sembako merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang seharusnya mendapat perlakuan berbeda dengan barang ilegal.

“Kami bukan bawa barang terlarang. Ini sembako untuk masyarakat. Kalau mau menindak pelanggaran, seharusnya dipilah-pilah, seperti rokok ilegal atau barang lain yang jelas melanggar. Jangan sampai sembako yang diperuntukkan bagi masyarakat ikut terhambat,” ujarnya.

Pandangan serupa juga disampaikan sejumlah warga yang berharap pengawasan tetap dilakukan secara tegas namun proporsional. Mereka menilai, pengendalian terhadap barang ilegal memang penting, tetapi distribusi kebutuhan pokok seharusnya tidak terganggu karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat segera mencari solusi terbaik, baik melalui penguatan koordinasi antarinstansi, kelonggaran distribusi sembako, maupun langkah stabilisasi harga di pasaran. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan lonjakan harga sembako akan terus berlanjut dan menambah beban ekonomi masyarakat Kepulauan Riau.

Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menantikan langkah konkret pemerintah untuk memastikan distribusi sembako berjalan lancar dan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Example 120x600
NASIONAL

Panglima Kodam I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa memimpin acara Serah Terima Jabatan (Sertijab), penyerahan jabatan, serta tradisi korps bagi sejumlah pejabat utama Kodam I/BB. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung A.H. Nasution Lantai II, Makodam I/BB, Kamis (15/1/2026).

NASIONAL

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan pentingnya peran komunikasi publik yang terkoordinasi, terpadu, dan berkelanjutan dalam penanganan pascabencana alam di wilayah Sumatera. Informasi kepada masyarakat, kata dia, harus berbasis data resmi, disampaikan tepat waktu, konsisten antarinstansi, serta transparan mengenai kondisi aktual, tantangan, dan langkah-langkah pemerintah.

NASIONAL

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batam turut ambil bagian dalam kegiatan Panen Raya Serentak Pemasyarakatan yang dilaksanakan secara nasional pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan implementasi salah satu dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Tahun 2026, khususnya pada sektor kemandirian pangan melalui pengembangan pertanian, perikanan, dan peternakan dengan memanfaatkan lahan tidur di lingkungan