Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Harga Sembako Melonjak di Kepulauan Riau Jelang Akhir 2025, Distribusi Disebut Terkendala Pengetatan Pelabuhan

Avatar photo
375
×

Harga Sembako Melonjak di Kepulauan Riau Jelang Akhir 2025, Distribusi Disebut Terkendala Pengetatan Pelabuhan

Sebarkan artikel ini
Foto Tinta Jurnalis News

TINTAJURNALISNEWS —Lonjakan harga kebutuhan pokok atau sembako di berbagai wilayah Kepulauan Riau kian dikeluhkan masyarakat menjelang akhir tahun 2025. Kenaikan harga yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dinilai semakin memberatkan warga, terutama masyarakat berpenghasilan rendah, karena berdampak langsung pada daya beli sehari-hari.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional menunjukkan harga beras, minyak goreng, gula pasir, telur, cabai, hingga bawang mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini memaksa sebagian warga mengurangi jumlah belanja, bahkan menunda pembelian kebutuhan tertentu.

“Belanja sekarang terasa jauh lebih berat. Dengan uang yang sama, barang yang dibeli jauh berkurang,” keluh seorang warga saat berbelanja di pasar.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Selain faktor musiman akhir tahun, berbagai pihak menilai lonjakan harga sembako di Kepulauan Riau juga dipengaruhi oleh terganggunya distribusi barang. Pengetatan pengawasan di sejumlah pelabuhan yang selama ini menjadi jalur utama keluar-masuk kapal pengangkut sembako disebut membuat sebagian pelaku distribusi merasa khawatir untuk beroperasi.

BACA JUGA:  Pelantikan 41 Pejabat Baru ATR/BPN, Menteri Nusron Wahid Tekankan Amanat Jabatan

Seorang pelaku usaha distribusi sembako yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa ketatnya pemeriksaan di pelabuhan membuat pengiriman menjadi terhambat. Menurutnya, sembako merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang seharusnya mendapat perlakuan berbeda dengan barang ilegal.

“Kami bukan bawa barang terlarang. Ini sembako untuk masyarakat. Kalau mau menindak pelanggaran, seharusnya dipilah-pilah, seperti rokok ilegal atau barang lain yang jelas melanggar. Jangan sampai sembako yang diperuntukkan bagi masyarakat ikut terhambat,” ujarnya.

Pandangan serupa juga disampaikan sejumlah warga yang berharap pengawasan tetap dilakukan secara tegas namun proporsional. Mereka menilai, pengendalian terhadap barang ilegal memang penting, tetapi distribusi kebutuhan pokok seharusnya tidak terganggu karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

BACA JUGA:  Hak Jawab IPR Edy Anwar: Tegaskan Tambang Pasir Laut Berizin Lengkap, Tuduhan Dinilai Tidak Berdasar

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat segera mencari solusi terbaik, baik melalui penguatan koordinasi antarinstansi, kelonggaran distribusi sembako, maupun langkah stabilisasi harga di pasaran. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan lonjakan harga sembako akan terus berlanjut dan menambah beban ekonomi masyarakat Kepulauan Riau.

Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menantikan langkah konkret pemerintah untuk memastikan distribusi sembako berjalan lancar dan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

EKONOMI

Berbagai keluhan yang selama ini dirasakan nelayan di Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akhirnya mulai terungkap ke permukaan. Mulai dari sulitnya memperoleh BBM subsidi, lambannya pengurusan dokumen kapal, hingga dugaan ketidaksesuaian penyaluran BBM menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.