Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
EKONOMI

18 Tahun FTZ Dinilai Tak Berdampak Signifikan, Aliansi Masyarakat Dorong FTZ Menyeluruh di Bintan

Avatar photo
357
×

18 Tahun FTZ Dinilai Tak Berdampak Signifikan, Aliansi Masyarakat Dorong FTZ Menyeluruh di Bintan

Sebarkan artikel ini
Aktivitas kawasan pelabuhan dan industri di Kabupaten Bintan yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui penerapan Free Trade Zone (FTZ) secara menyeluruh guna mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Picsart-24-03-26-04-51-32-353

TINTAJURNALISNEWS –Aliansi Masyarakat Bintan Bagian Utara menyuarakan dorongan agar status Free Trade Zone (FTZ) di Kabupaten Bintan diterapkan secara menyeluruh. Mereka menilai, setelah berjalan kurang lebih 18 tahun, kebijakan FTZ yang ada saat ini belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat maupun percepatan pembangunan daerah.

FTZ Bintan merupakan bagian dari kawasan perdagangan bebas Kepulauan Riau yang meliputi Batam, Bintan, dan Karimun. Skema ini dirancang untuk menarik investasi asing dan domestik melalui kebijakan kepabeanan serta perpajakan khusus, dengan harapan mampu menjadikan wilayah tersebut sebagai lokomotif ekonomi nasional.

Namun demikian, Wakil Ketua Aliansi Masyarakat Bintan Bagian Utara, Ramlan, menilai implementasi FTZ di Bintan selama ini belum optimal. Ia menegaskan bahwa masyarakat lebih memilih FTZ diberlakukan secara menyeluruh agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih cepat dan merata.

“Jadikan FTZ menyeluruh untuk Bintan, tetapi pemerintah juga harus menyiapkan fasilitas pendukungnya. Kalau pemerintah belum bisa menerapkan secara penuh, seharusnya ditetapkan batas yang jelas dari kawasan FTZ itu sendiri,” ujar Ramlan.

Menurutnya, diperlukan dorongan kuat untuk mengubah status FTZ agar lebih terintegrasi dan mampu mengatasi berbagai hambatan, terutama efisiensi logistik antar pulau. Dengan integrasi yang baik, investor baik dari dalam maupun luar negeri diyakini akan lebih mudah masuk dan berinvestasi, sebagaimana yang terjadi di Batam.

Ramlan juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah bersama BP Bintan untuk mengkaji serta mendorong perluasan FTZ menyeluruh. Integrasi antara Bintan dan Batam dinilai dapat menciptakan satu ekosistem ekonomi yang kuat, sehingga berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi, pembukaan lapangan kerja, serta peningkatan pendapatan daerah.

“Singkatnya, FTZ Bintan adalah area strategis yang harus dioptimalkan agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Kepulauan Riau. Dalam hal ini Bintan harus lebih mandiri, dan semoga cepat terlaksana,” tutup Ramlan.

 

[NANANG]

Example 120x600