Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Ekonomi Melesat! PMI Manufaktur RI Tertinggi ke-2 Dunia, Inflasi Terkendali & Daya Beli Kuat

Avatar photo
138
×

Ekonomi Melesat! PMI Manufaktur RI Tertinggi ke-2 Dunia, Inflasi Terkendali & Daya Beli Kuat

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"},{"id":"338117648044211","type":"ugc"}]}}

Aktivitas produksi di sektor manufaktur terus meningkat, mendorong PMI Indonesia ke level tertinggi kedua di dunia.

TINTAJURNALISNEWS -Pemerintah terus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global dengan memperkuat sektor manufaktur dan mengendalikan inflasi.

Hal ini tercermin dari meningkatnya Indeks PMI Manufaktur Indonesia ke level 53,6 pada Februari 2025, yang merupakan angka tertinggi dalam 11 bulan terakhir.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Dengan capaian ini, Indonesia mencatatkan PMI manufaktur tertinggi kedua di dunia setelah India, didorong oleh lonjakan pesanan baru dan peningkatan produksi.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menyatakan bahwa capaian ini memberikan harapan besar bagi perekonomian nasional di tengah tantangan global.

BACA JUGA:  Keberhasilan Desk Koordinasi Pencegahan Korupsi dan Perbaikan Tata Kelola Selamatkan Kerugian Negara Rp 6,7 Triliun

“Meskipun perekonomian global dan situasi geopolitik saat ini membawa tantangan besar dan sulit diprediksi, capaian ini memberikan harapan bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Febrio melalui keterangan resminya, Senin (3/3).

Selain sektor manufaktur, indikator konsumsi domestik juga menunjukkan ketahanan yang baik. Indeks Kepuasan Konsumen (IKK) tercatat pada level 127,2 di Januari 2025, sementara Indeks Penjualan Ritel (IPR) tetap tumbuh 0,4% pada periode yang sama.

Daya beli masyarakat yang terjaga menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas harga dan kepercayaan konsumen.

Di sisi lain, inflasi tetap terkendali dengan adanya deflasi sebesar 0,09% (yoy) pada Februari 2025. Salah satu faktor utama yang menekan inflasi adalah program diskon tarif listrik 50% yang diterapkan sejak Januari.

BACA JUGA:  Kapolri Pimpin Penyerahan Bantuan Sosial Serentak di Seluruh Indonesia Menyambut Hari Bhayangkara ke-78

“Diskon tarif listrik yang diberikan akan menyebabkan angka inflasi yang rendah dalam beberapa bulan ke depan,” jelas Febrio.

Menjelang Ramadan, pemerintah juga memastikan stabilitas harga pangan dengan berbagai kebijakan, seperti operasi pasar, gerakan pasar murah, serta fasilitasi dan pengawasan distribusi.

Selain itu, memasuki masa panen raya padi, pemerintah berupaya menjaga harga gabah agar kesejahteraan petani tetap terjamin. Insentif lain seperti diskon tarif tol dan PPN DTP untuk tiket pesawat turut diberikan guna menopang daya beli masyarakat di momen Ramadan dan Idulfitri.

Berbagai kebijakan strategis ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Dengan fundamental ekonomi yang kuat serta kebijakan yang tepat sasaran, Indonesia optimistis dapat menghadapi tantangan ekonomi ke depan dan terus mendorong kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA:  Bahas Keamanan Nataru 2024 di Halim Perdanakusuma

Sumber: Kemkeu RI

Link WhatsApp Klik untuk chat WhatsApp