TINTAJURNALISNEWS –Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, memimpin langsung prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) serta pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung, Rabu (29/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung.
Dalam amanatnya, Jaksa Agung menegaskan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi jabatan bukan sekadar proses administratif, melainkan momentum sakral yang mengandung makna pengabdian. Ia menyebut, setiap pejabat yang dilantik telah mengikat janji tidak hanya kepada negara dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan, untuk menjalankan tugas secara optimal.
“Jabatan bukan hanya hak atau kewenangan, tetapi merupakan instrumen strategis dalam menjawab tantangan zaman serta memimpin perubahan ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Kepada para Kepala Kejaksaan Tinggi yang baru dilantik, Jaksa Agung mengingatkan pentingnya kemampuan manajerial yang kuat. Ia menilai, para Kajati merupakan etalase institusi di daerah yang dituntut mampu merespons berbagai persoalan secara cepat, tepat, dan terukur.
Selain itu, pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung juga diminta segera beradaptasi tanpa menunggu masa transisi yang panjang. Hal ini dinilai penting mengingat Kejaksaan Agung memiliki peran strategis sebagai penopang utama fungsi penegakan hukum yang mencakup berbagai bidang yang saling berkaitan.
“Masing-masing bidang memiliki karakteristik dan dinamika tersendiri. Kekeliruan dalam memahami tugas dan fungsi dapat berdampak langsung pada kualitas penegakan hukum di Indonesia,” ujarnya.

Menutup amanatnya, Jaksa Agung mengajak seluruh pejabat untuk memaknai jabatan sebagai amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya kerja keras, kerja cerdas, dan kerja dengan hati dalam menjalankan tugas.
“Berikan yang terbaik, bukan karena tuntutan jabatan, tetapi sebagai wujud integritas dan kehormatan diri. Tunjukkan kinerja yang tidak hanya memenuhi target, tetapi juga meninggalkan jejak pengabdian yang bermakna bagi institusi, bangsa, dan negara,” pungkasnya.









