Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
NASIONAL

DJBC Khusus Kepri Lakukan Kunjungan Kerja ke Kejati Kepri

Avatar photo
9
×

DJBC Khusus Kepri Lakukan Kunjungan Kerja ke Kejati Kepri

Sebarkan artikel ini
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}
Picsart-24-03-26-04-51-32-353
kunjungan kerja DJBC Kepri ke Kantor Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau

TINTAJURNALISNEWS –Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau terus memperkuat sinergi antar-instansi di daerah. Hal ini ditunjukkan dengan kunjungan kerja Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Adhang Noegroho Adhi, bersama jajaran ke Kantor Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.

Rombongan disambut langsung oleh Kepala Kejati Kepri, J. Devy Sudarso, bersama pejabat utama kejaksaan di ruang kerja Kejati, Jl. Sungai Timun No.1, Senggarang, Tanjungpinang.

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Kehadiran kedua belah pihak sekaligus menegaskan pentingnya koordinasi dan kolaborasi dalam pelaksanaan tugas, terutama di wilayah Kepulauan Riau yang memiliki posisi strategis sebagai daerah perbatasan.

Melalui kunjungan kerja ini, DJBC Khusus Kepri dan Kejati Kepri menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga sinergi kelembagaan, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penegakan hukum dan pelayanan publik di daerah.

Sumber: BC Kanwil Kepri

Example 120x600
HUKUM & KRIMINAL

Setelah HD dan OFO sebelumnya ramai diperbincangkan, kini hadir tiga nama baru: PSG, UFO Mind, dan UFO Bold semuanya ditemukan beredar luas tanpa pita cukai resmi, dan dijual terang-terangan di berbagai wilayah.

Situasi ini menciptakan satu pertanyaan besar yang terus mengendap di benak publik: “Mengapa mafia rokok ilegal tampak lebih terorganisir, lebih berani, dan lebih stabil dibanding negara?”