Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

DJBC Kepri Amankan KM Camar Jonathan 05, Diduga Angkut Ribuan Goni Beras dari Batam ke Sumatera

Avatar photo
333
×

DJBC Kepri Amankan KM Camar Jonathan 05, Diduga Angkut Ribuan Goni Beras dari Batam ke Sumatera

Sebarkan artikel ini
kapal kayu KM Camar Jonathan 05 yang membawa muatan ribuan goni beras dari Batam menuju wilayah Sumatera

TINTAJURNALISNEWS –Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau kembali melakukan tindakan tegas terhadap dugaan pelanggaran kepabeanan.

Kali ini, tim patroli laut DJBC Kepri berhasil mengamankan kapal kayu KM Camar Jonathan 05 yang membawa muatan ribuan goni beras dari Batam menuju wilayah Sumatera.

Informasi penindakan tersebut ramai diberitakan oleh sejumlah media di Kepulauan Riau dan dibenarkan oleh sumber internal DJBC Kepri. Diketahui, KM Camar Jonathan 05 tidak sendiri.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

đŸ‘‰ Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Dua kapal lainnya, yakni KLM Harli Jaya dan KLM Nusa Jaya, juga ikut diamankan karena membawa muatan yang diduga melanggar aturan dokumen manifes.

BACA JUGA:  IKAT'88 Raih The Best Team dan Piala Bergilir di Tournament Golf TIPAR 2025

Berdasarkan data sementara, KLM Harli Jaya diketahui membawa sekitar 260 ton beras atau sekitar 10.400 karung, namun dalam dokumen manifes hanya tercantum 8.000 sak.

Sementara KLM Nusa Jaya memuat 14.800 karung beras, melebihi jumlah yang tercatat di dokumen resmi sebanyak 10.000 sak.

Adapun merek beras yang disita dari ketiga kapal itu antara lain Anak Terbang dan Rumah Padang. Seluruh kapal dan muatannya kini diamankan di dermaga pelabuhan Kanwil DJBC Kepri untuk proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Tindakan ini menjadi sinyal bahwa DJBC Kepri terus memperketat pengawasan terhadap potensi penyelundupan atau pelanggaran dokumen kepabeanan di jalur laut yang kerap dijadikan lintasan barang kebutuhan pokok dalam jumlah besar.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Targetkan Seluruh Anak Indonesia Dapat Makan Bergizi Gratis Akhir 2025

Publik kini menanti hasil penyelidikan lebih lanjut terkait legalitas barang muatan serta kemungkinan adanya pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pemilik atau pengelola kapal.

Berita Ini Masih Butuh Konfirmasi Selanjutnya

EKONOMI

Berbagai keluhan yang selama ini dirasakan nelayan di Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akhirnya mulai terungkap ke permukaan. Mulai dari sulitnya memperoleh BBM subsidi, lambannya pengurusan dokumen kapal, hingga dugaan ketidaksesuaian penyaluran BBM menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.