Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
NASIONAL

Debat Pilkada Kepri 2024: Adu Gagasan Dua Pasangan Calon Gubernur

Avatar photo
39
×

Debat Pilkada Kepri 2024: Adu Gagasan Dua Pasangan Calon Gubernur

Sebarkan artikel ini
Picsart-24-03-26-04-51-32-353

Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura dengan nomor urut 1, Muhammad Rudi dan Aunur Rafiq, nomor urut 2.

TintaJurnalisNews –Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2024 semakin mendekati puncaknya. Hari ini, para kandidat bersaing dalam debat yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri, yang dimulai pukul 15.00 WIB.

Acara ini disiarkan langsung melalui kanal YouTube KPU Provinsi Kepri, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan adu gagasan dan visi misi kedua pasangan calon.

Dua Pasangan Calon dengan Misi Besar;

Pemilihan tahun ini diikuti oleh dua pasangan calon. Pasangan pertama adalah Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura dengan nomor urut 1, sementara pasangan kedua, Muhammad Rudi dan Aunur Rafiq, membawa nomor urut 2.

Masing-masing kandidat memaparkan visi, misi, dan program kerja dalam waktu yang terbatas untuk memaparkan solusi mereka dalam membangun Kepri yang lebih baik.

Dalam peraturan debat ini, KPU mewajibkan para kandidat menjelaskan makna dari istilah asing atau singkatan yang digunakan agar pesan dapat tersampaikan dengan jelas. Sebagai pembuka, Paslon nomor 1 memulai sesi paparan visi misi.

Paparan Paslon Nomor 1: Ansar Ahmad – Nyanyang Haris Pratamura;

Ansar Ahmad mengawali pidatonya dengan mengungkapkan capaian selama 3,5 tahun terakhir, mencatat peningkatan signifikan pada pertumbuhan ekonomi Kepri yang melonjak dari -3,8% pada 2020 menjadi 5,2% pada 2023.

Capaian ini, menurut Ansar, membawa dampak positif terhadap penurunan angka kemiskinan yang kini mencapai 5,37%, terendah sejak 2015. Angka pengangguran juga mengalami penurunan menjadi 6,94% pada Februari 2024.

Pasangan nomor 1 ini membawa visi besar untuk mewujudkan “Kepulauan Riau Maju, Makmur, dan Merata.” Mereka menekankan pentingnya pembangunan yang inklusif, mencakup fisik, sumber daya manusia, dan sosial kemasyarakatan tanpa membedakan masyarakat kelas 1 dan kelas 2.

Beberapa program yang diusung, antara lain, pemasangan listrik gratis, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, hingga beasiswa dan program pemberdayaan ekonomi untuk UMKM.

Paparan Paslon Nomor 2: Muhammad Rudi – Aunur Rafiq;

Menyusul Ansar, pasangan nomor 2 Muhammad Rudi dan Aunur Rafiq menampilkan visi mereka untuk Kepri. Berdasarkan pengamatan di lapangan, Rudi-Rafiq menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi oleh Kepri

Seperti disparitas ekonomi antar-kabupaten dan kurangnya infrastruktur yang memadai di wilayah terpencil. Rudi menekankan pentingnya pembangunan ekonomi yang berbasis pada potensi lokal seperti kelautan dan kemaritiman.

Pasangan nomor 2 ini menyusun lima pilar visi mereka, termasuk peningkatan daya saing ekonomi, konektivitas infrastruktur, dan pengelolaan pemerintahan yang transparan berbasis teknologi informasi.

Rudi juga mengusung program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan melestarikan budaya Melayu sebagai jati diri masyarakat Kepri.

Harapan untuk Masa Depan Kepri;

Dalam debat kali ini, kedua pasangan calon berupaya menyampaikan program unggulan masing-masing dengan harapan besar untuk membangun Kepri yang lebih maju dan sejahtera.

Baik Ansar-Nyanyang maupun Rudi-Rafiq menawarkan visi inklusif yang menyasar seluruh elemen masyarakat, dari nelayan, petani, pedagang, hingga generasi muda dan penyandang disabilitas.

Debat ini diharapkan memberikan pencerahan bagi masyarakat Kepri dalam menentukan pilihan mereka pada Pilkada mendatang, dengan kedua pasangan berjanji akan membangun Kepri yang adil dan berdaya saing tinggi.

(Edo Jurnalis)

Example 120x600
NASIONAL

Ke mana sebenarnya uang Rp500.000 per bulan yang disebut-sebut berasal dari seorang pelaku usaha kasino di Kota Batam? Pertanyaan ini mencuat setelah dana yang selama ini disalurkan melalui perantara berinisial RG di Tanjungpinang tak kunjung diterima oleh pihak penerima berinisial E sejak Januari 2026.

Sebelumnya, pola penyaluran dana tersebut berjalan lancar. Setiap bulan, tepatnya pada tanggal 11–12, E secara rutin menerima uang Rp500.000 melalui RG. Tidak pernah ada keterlambatan, tidak pernah ada persoalan. Namun pola yang telah berlangsung berbulan-bulan itu mendadak terputus.

Lingkungan

Aktivitas pembangunan di kawasan Tanjung Piayu belakangan menjadi sorotan publik, menyusul somasi terbuka terkait dugaan perusakan mangrove. Namun, pemuda setempat meminta isu ini disikapi secara objektif dan proporsional, menekankan bahwa proses pembangunan telah melalui tahapan perizinan sesuai ketentuan hukum dan berada di bawah pengawasan instansi terkait.