Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
Jakarta

Capaja TNI-Polri 2025 Dibekali Menhan Sjafrie: “Jadilah Pelindung dan Pengayom Rakyat!”

Avatar photo
52
×

Capaja TNI-Polri 2025 Dibekali Menhan Sjafrie: “Jadilah Pelindung dan Pengayom Rakyat!”

Sebarkan artikel ini
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}
Picsart-24-03-26-04-51-32-353

GOR Ahmad Yani, Mabes TNI

TINTAJURNALISNEWS –Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, memberikan pembekalan penuh makna kepada para Calon Perwira Remaja (Capaja) Akademi TNI dan Akademi Kepolisian Tahun 2025.

Kegiatan ini berlangsung di GOR Ahmad Yani, Markas Besar TNI, Cilangkap, pada Sabtu (19/7/2025).

Dalam sambutannya, Menhan Sjafrie mengungkapkan rasa haru dan bangganya bisa berdiri di hadapan generasi penerus bangsa. Ia mengenang masa 51 tahun silam saat dirinya berada dalam situasi yang sama sitempa dalam “kawah candradimuka” bersama para prajurit TNI dan Polri.

“Kita semua pernah berada dalam satu kawah candradimuka, di mana prajurit TNI dan Polri ditempa bersama,” kenangnya penuh semangat.

Lebih jauh, Sjafrie menekankan pentingnya nilai persatuan dalam keberagaman. Ia mengingatkan bahwa para Capaja yang datang dari berbagai latar belakang suku, agama, dan golongan harus melebur dalam satu identitas kebangsaan.

“Tidak ada lagi suku, tidak ada lagi agama, tidak ada lagi golongan. Kita adalah Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya, disambut tepuk tangan hadirin.

Tak hanya soal nasionalisme, Menhan juga mengingatkan tentang realitas ancaman yang bisa muncul sewaktu-waktu. Ia meminta para Capaja untuk selalu siap dalam segala situasi, bahkan skenario terburuk sekalipun.

“Siapkan dirimu baik-baik untuk menghadapi situasi yang terburuk,” pesannya lugas.

Untuk menjadi pemimpin masa depan, Sjafrie menekankan tiga pilar utama yang harus tertanam kuat: integritas, loyalitas, dan kompetensi. Menurutnya, integritas adalah dasar sebagai manusia berketuhanan, loyalitas adalah wujud pengabdian kepada bangsa dan negara, sementara kompetensi mencakup kapabilitas, kredibilitas, keberanian mengambil risiko, dan rasa tanggung jawab.

Menutup pembekalannya, Menhan Sjafrie menitipkan pesan mendalam yang menggambarkan semangat sejati seorang perwira: “Jadilah pelindung rakyat dan jadilah pengayom rakyat. Yang terbaik untuk rakyat itulah yang terbaik untuk perhatianmu.”

Sumber: Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan

Editor: Redaksi Tinta Jurnalis News

Example 120x600