TINTAJURNALISNEWS —Polemik antara seorang wartawan dengan Kepala Desa Kelong, Kabupaten Bintan, Alimin, mencuat setelah adanya dugaan ancaman saat wartawan melakukan konfirmasi terkait kinerja dan penggunaan anggaran Pemerintah Desa Kelong tahun anggaran 2025.
Sebelumnya, wartawan tersebut mengaku mendapat pernyataan bernada tekanan ketika meminta penjelasan mengenai sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kinerja pemerintah desa.
Dalam percakapan yang disampaikan wartawan, terdapat pernyataan bahwa dirinya akan dicari apabila berani memberitakan terkait kinerja Kepala Desa Kelong.
Namun, ketika dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut, Alimin memberikan penjelasan berbeda. Dalam konfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (12/8/2026), Alimin membantah telah mengancam wartawan.
“Oh gitu, lama juga tuh, udah lama. Ini timbul lagi. Itu sesuai dengan aturan saya. Kalau saya salah, Pak, saya siap proses,” ujar Alimin.
Alimin juga mengatakan bahwa apabila terdapat persoalan dalam penggunaan anggaran desa, dirinya siap dipanggil dan memberikan penjelasan kepada pihak yang berwenang.
“Kalau ada masalah kan saya dipanggil,” katanya.

Persoalan tersebut berkaitan dengan sorotan terhadap sejumlah pos anggaran Desa Kelong tahun anggaran 2025.
Beberapa di antaranya yakni pembangunan pelabuhan dan perikanan Desa Kelong sebesar Rp106.648.096, pelatihan bidang kesehatan sebesar Rp71.000.000, penyelenggaraan Posyandu sebesar Rp168.356.695, serta penyertaan modal BUMDes sebesar Rp226.279.000.
Sejumlah pihak sebelumnya mempertanyakan realisasi dan manfaat dari anggaran tersebut. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyertaan modal BUMDes yang mencapai Rp226 juta lebih.
Menanggapi hal itu, Alimin menegaskan bahwa anggaran tersebut telah digunakan sesuai peruntukan dan kegiatan yang dianggarkan telah dilaksanakan.
“Anggaran itu kan sesuai dengan kita peruntukkan. Itu udah terlaksana semua,” ujarnya.
Alimin juga membantah apabila pelaksanaan kegiatan tersebut dikaitkan dengan kegiatan fiktif. Ia mengatakan dirinya telah mengingatkan perangkat desa agar setiap kegiatan benar-benar memiliki realisasi.
“Saya juga wanti-wanti yang anak buah. Jangan sampai fiktif. Barang itu harus ada,” katanya.
Menurut Alimin, bukti pelaksanaan kegiatan tersedia, termasuk dokumentasi dan bukti administrasi.
“Bukti fotonya ada. Bukti kuitansinya ada,” ujar Alimin.
Ia menjelaskan, apabila suatu kegiatan pembangunan dilaporkan telah dilaksanakan tetapi tidak terdapat barang atau hasil pekerjaan di lapangan, barulah hal tersebut dapat menjadi persoalan.
“Kecuali kalau saya pembangunan, umpamanya melaksanakan kegiatan tidak ada barangnya. Itu fiktif. Ini semua ada,” katanya.
Mengenai persoalan ancaman terhadap wartawan, Alimin tetap membantah tudingan tersebut.
“Dia juga ngancam saya. Saya tak ngancam,” ucapnya.
Alimin mengatakan sebelumnya terdapat pembicaraan mengenai kemungkinan pertemuan untuk membahas persoalan yang dipertanyakan. Ia menyatakan terbuka apabila wartawan ingin bertemu dan melakukan konfirmasi.
“Kalau dia mau jumpa, mau jumpa, mau ini ya silakan. Bertanya lagi,” ujarnya.

Alimin juga menyinggung soal pemberitaan yang menurutnya harus berimbang. Ia berharap pihaknya diberikan kesempatan untuk menjelaskan setiap persoalan sebelum berita dipublikasikan.
Menurutnya, komunikasi secara langsung diperlukan agar persoalan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman antara pemerintah desa dan media.
Alimin kembali menegaskan bahwa dirinya tidak keberatan apabila penggunaan anggaran Desa Kelong diperiksa oleh pihak yang memiliki kewenangan.
Ia menyatakan siap mengikuti proses apabila nantinya ditemukan kesalahan dalam penggunaan anggaran maupun pelaksanaan kegiatan.
“Kalau saya salah, Pak, saya siap proses,” tegasnya.
Sementara itu, mengenai anggaran yang menjadi sorotan, Alimin tetap pada keterangannya bahwa seluruh kegiatan telah dilaksanakan sesuai peruntukan serta memiliki bukti pendukung berupa dokumentasi dan kuitansi.
Terkait persoalan dengan wartawan, Alimin juga menegaskan dirinya tidak melakukan ancaman dan menyatakan terbuka untuk memberikan penjelasan apabila kembali dikonfirmasi mengenai kinerja maupun penggunaan anggaran Desa Kelong.















