Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
PERISTIWA

Ronny Kambey Wafat, Amran Kehilangan Guru Jurnalisme yang Membela Rakyat

Avatar photo
88
×

Ronny Kambey Wafat, Amran Kehilangan Guru Jurnalisme yang Membela Rakyat

Sebarkan artikel ini
Almarhum Ronny Kambey semasa hidup dikenal sebagai tokoh masyarakat Natuna yang vokal memperjuangkan kepentingan rakyat.

TINTAJURNALISNEWS –Kabar duka menyelimuti Kabupaten Natuna. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Masyarakat Miskin (Formis) Kabupaten Natuna, Ronny Kambey, meninggal dunia pada Kamis (23/7/2026) pukul 17.41 WIB di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Natuna setelah menjalani perawatan intensif. Almarhum wafat pada usia 75 tahun.

Kepergian tokoh masyarakat Penagi yang akrab disapa Opa Borako tersebut meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, aktivis, hingga kalangan jurnalis yang selama ini mengenalnya sebagai sosok vokal dalam menyuarakan kepentingan masyarakat.

Salah satu yang turut menyampaikan belasungkawa adalah Pemimpin Redaksi koranperbatasan.com, Amran. Menurutnya, Ronny Kambey bukan sekadar narasumber yang sering memberikan keterangan kepada media, tetapi juga sosok yang banyak memberikan pelajaran mengenai makna jurnalisme yang berpihak pada kepentingan publik.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

“Beliau bukan hanya narasumber bagi saya. Banyak pelajaran hidup dan pelajaran jurnalistik yang saya dapatkan dari beliau. Beliau mengajarkan bahwa wartawan harus lebih mengutamakan keadilan dan keterbukaan informasi daripada kepentingan pribadi atau kelompok,” ujar Amran.

Almarhum Ronny Kambey semasa hidup dikenal sebagai tokoh masyarakat Natuna yang vokal memperjuangkan kepentingan rakyat.

Menurut Amran, selama bertahun-tahun Ronny Kambey menjadi salah satu narasumber yang konsisten menyampaikan pandangan kritis terhadap berbagai persoalan di Natuna, mulai dari pembangunan daerah, kebijakan pemerintah, hingga isu-isu yang dinilai berdampak terhadap masyarakat.

Ia menilai kritik yang disampaikan almarhum selalu berangkat dari kepedulian terhadap kepentingan masyarakat, bukan karena kepentingan pribadi.

“Beliau sering mengatakan kepada saya, jangan jadikan berita sebagai alat mencari keuntungan. Jadikan berita sebagai alat perjuangan untuk membela kepentingan rakyat. Kalimat itu sampai hari ini masih saya pegang,” kata Amran.

Amran mengungkapkan, beberapa saat sebelum Ronny Kambey meninggal dunia, dirinya bersama rekannya, Hasongan Lubis, sempat menjenguk almarhum di ruang ICU RSUD Natuna.

Saat itu kondisi Ronny Kambey disebut sudah sangat lemah. Sekitar 20 menit setelah mereka meninggalkan rumah sakit, kabar duka diterima bahwa almarhum telah mengembuskan napas terakhir.

“Saya masih sulit mempercayainya. Baru sekitar dua puluh menit kami keluar dari ruang ICU, kabar beliau meninggal kami terima. Rasanya seperti kehilangan seorang guru,” ungkapnya.

Almarhum Ronny Kambey semasa hidup dikenal sebagai tokoh masyarakat Natuna yang vokal memperjuangkan kepentingan rakyat.

Bagi Amran, sosok Ronny Kambey dikenal memiliki keberanian dalam menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat. Ia menyebut almarhum sebagai figur yang konsisten memperjuangkan aspirasi warga melalui penyampaian pendapat secara terbuka.

“Sampai hari ini saya belum menemukan narasumber yang berani berbicara seperti beliau. Ketika melihat ada kebijakan yang merugikan rakyat, beliau tidak pernah diam. Beliau menyampaikan kritik dengan argumentasi yang kuat dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Semasa hidupnya, Ronny Kambey dikenal aktif menyuarakan berbagai isu strategis di Kabupaten Natuna. Di antaranya terkait dampak perubahan kewenangan pengelolaan wilayah laut sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang menurut pandangannya memengaruhi ruang gerak daerah kepulauan seperti Natuna.

Ia juga beberapa kali menyampaikan kritik terhadap fungsi pengawasan DPRD Kabupaten Natuna yang dinilainya perlu diperkuat agar mampu mengawal kepentingan masyarakat secara lebih optimal.

Pandangan-pandangan tersebut disampaikan Ronny Kambey dalam berbagai kesempatan wawancara maupun forum diskusi sebagai bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin peraturan perundang-undangan.

Menurut informasi yang diterima dari pihak keluarga, jenazah almarhum disemayamkan di rumah putranya, Ayanny Perkasa, di Jalan Ranai Darat, Kabupaten Natuna.

Apabila tidak ada perubahan, almarhum akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Bahagia Air Lakon, Ranai, pada Jumat (24/7/2026) setelah pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Air Kolek, sesuai rencana yang telah disampaikan pihak keluarga.

Almarhum Ronny Kambey semasa hidup dikenal sebagai tokoh masyarakat Natuna yang vokal memperjuangkan kepentingan rakyat.

Kepergian Ronny Kambey meninggalkan duka bagi banyak pihak. Bagi mereka yang mengenalnya, almarhum dikenang sebagai pribadi yang konsisten menyampaikan aspirasi masyarakat serta aktif mendorong keterbukaan informasi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Warisan pemikiran dan semangat kritisnya diharapkan tetap menjadi inspirasi bagi masyarakat dan insan pers dalam menjalankan peran sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing.

PERISTIWA

Komitmen memberikan perlindungan kepada mitra pengemudi kembali ditunjukkan oleh Maxim Indonesia. Melalui kerja sama dengan Yayasan Pengemudi Selamat Sejahtera Indonesia (YPSSI), perusahaan transportasi daring tersebut menyalurkan santunan penggantian biaya pengobatan kepada seorang mitra pengemudi di Kota Batam yang mengalami kecelakaan saat menjalankan layanan.