TINTAJURNALISNEWS —Kawasan Simpang Tiga, Kecamatan Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, kembali dilanda banjir setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan informasi yang diterima Tinta Jurnalis News (TJN) pada Minggu pagi (6/9/2026), sejumlah rumah warga terdampak genangan air. Kondisi arus air yang melintasi badan jalan juga terlihat cukup deras.
Dokumentasi yang diterima TJN memperlihatkan air berwarna keruh menggenangi ruas jalan hingga area di sekitar permukiman warga. Derasnya aliran air membuat kondisi kawasan tersebut menjadi perhatian, khususnya bagi warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lokasi.

Informasi yang diterima TJN menyebutkan bahwa hujan dengan intensitas cukup tinggi terjadi di wilayah Nias Barat dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut diduga membuat debit air meningkat sehingga kembali menggenangi kawasan Simpang Tiga Lahomi.
Banjir di kawasan ini sendiri bukan merupakan kejadian baru. Simpang Tiga Lahomi disebut warga telah cukup lama menjadi salah satu kawasan yang kerap terdampak banjir ketika hujan lebat terjadi.
Selain genangan, kondisi aliran sungai di sekitar kawasan tersebut juga menjadi perhatian masyarakat. Pengikisan tanah di sekitar sungai disebut berlangsung secara perlahan dari waktu ke waktu.
Warga mengkhawatirkan posisi aliran sungai yang kini disebut mulai semakin mendekati kawasan permukiman dibandingkan kondisi sebelumnya.

Dengan kondisi banjir yang kembali terjadi serta adanya kekhawatiran terhadap pengikisan di sekitar sungai, masyarakat berharap kondisi tersebut mendapat perhatian dari pemerintah dan instansi terkait.
Perhatian tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui pemantauan kondisi sungai dan kawasan yang terdampak banjir, sekaligus melihat langkah yang diperlukan untuk mengurangi risiko bagi masyarakat di sekitar lokasi.
Warga juga berharap kondisi aliran sungai dapat menjadi perhatian agar pengikisan yang berlangsung secara bertahap tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar di kemudian hari.
Banjir yang kembali terjadi menjadi pengingat bahwa kawasan Simpang Tiga Lahomi masih membutuhkan perhatian, terutama dalam menghadapi curah hujan tinggi yang berpotensi meningkatkan debit air.
Masyarakat berharap kondisi tersebut dapat segera mendapat perhatian dan penanganan yang sesuai sehingga dampak banjir terhadap rumah warga maupun aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.
















