TINTAJURNALISNEWS –Aliansi mahasiswa yang menamakan diri BEM Bersatu menyampaikan pernyataan sikap terkait dinamika gerakan mahasiswa yang berkembang belakangan ini. Dalam konferensi pers yang videonya beredar luas di media sosial, aliansi tersebut menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk intervensi maupun penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis.
Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, menyatakan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap berada pada koridor perjuangan rakyat dan tidak dijadikan alat oleh kelompok atau elite politik tertentu untuk mencapai kepentingan kekuasaan.
Menurut Rahmat, sejumlah aksi mahasiswa yang muncul dalam beberapa waktu terakhir dinilai mulai bergeser dari nilai-nilai dasar gerakan kemahasiswaan. Ia menilai sebagian aksi tersebut belum didukung kajian yang memadai, argumentasi yang kuat, serta rumusan tuntutan yang jelas dan terukur.
Selain itu, BEM Bersatu juga menyoroti sejumlah isu yang dianggap lebih mendesak dan berdampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Aliansi tersebut menilai program tersebut memiliki manfaat bagi masyarakat, meskipun pelaksanaannya tetap memerlukan evaluasi dan perbaikan tata kelola agar lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Dalam pernyataan yang disampaikan kepada publik, BEM Bersatu juga mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan aktor politik praktis dalam sejumlah gerakan mahasiswa. Mereka menyebut beberapa nama dan pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan politik tertentu.
Namun demikian, hingga berita ini ditulis, pernyataan tersebut masih merupakan klaim yang disampaikan oleh BEM Bersatu. Belum terdapat hasil verifikasi independen maupun tanggapan resmi dari seluruh pihak yang disebutkan dalam konferensi pers tersebut.
BEM Bersatu juga menolak narasi krisis yang menurut mereka tidak didasarkan pada data yang utuh dan berpotensi mengalihkan perhatian publik dari agenda-agenda strategis nasional, termasuk upaya pemberantasan korupsi. Mereka menegaskan pentingnya menjaga independensi gerakan mahasiswa dari pengaruh pihak luar yang berpotensi mengganggu objektivitas perjuangan mahasiswa.
Dalam pernyataan sikapnya, BEM Bersatu menyampaikan tiga poin utama. Pertama, mendesak sterilisasi gerakan mahasiswa dari pendanaan dan intervensi politik praktis. Kedua, mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dengan perbaikan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Ketiga, mendukung pengusutan kasus korupsi tanpa pandang bulu serta mengajak mahasiswa untuk mengawal proses hukum secara kritis, objektif, dan berdasarkan fakta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, BEM Bersatu merupakan aliansi yang terdiri dari sejumlah perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Nasional (UNAS), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pamulang (UNPAM), Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), Universitas BSI, Institut STIAMI, Universitas Ibnu Chaldun (UIC), serta sejumlah kampus lainnya.
Pernyataan sikap tersebut menjadi bagian dari dinamika perbedaan pandangan di kalangan mahasiswa terkait arah dan independensi gerakan kemahasiswaan di Indonesia. Berbagai pihak diharapkan dapat mengedepankan dialog yang konstruktif serta menghormati kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi dengan tetap menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab akademik.









