TINTAJURNALISNEWS –Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan modernisasi Stasiun Gambir serta penanganan perlintasan sebidang guna meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan transportasi kereta api nasional.
Arahan tersebut disampaikan Presiden saat menerima Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (11/6/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis pengembangan sektor perkeretaapian nasional.
Dalam keterangannya, Bobby Rasyidi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo meminta agar renovasi Stasiun Gambir segera direalisasikan. Stasiun yang menjadi salah satu simpul transportasi utama di Jakarta itu ditargetkan selesai direnovasi dalam waktu sekitar dua tahun dengan konsep integrasi antarmoda yang lebih baik, termasuk keterhubungan dengan layanan KRL.
Selain modernisasi Stasiun Gambir, Presiden juga memberikan perhatian serius terhadap keselamatan perjalanan kereta api melalui percepatan penanganan perlintasan sebidang. Berdasarkan laporan KAI, hingga saat ini sebanyak 172 perlintasan sebidang telah ditutup, sementara 490 titik lainnya masih dalam proses penanganan. Adapun 1.148 titik lainnya mulai dipersiapkan pemasangan palang pintu sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan.
Bobby menjelaskan, wilayah Jakarta dan Jabodetabek menjadi kawasan dengan jumlah penanganan perlintasan sebidang terbanyak. Pemerintah bersama KAI terus mempercepat berbagai langkah perbaikan untuk mewujudkan sistem transportasi kereta api yang lebih aman, andal, dan terintegrasi.
Arahan Presiden tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun transportasi publik yang modern, terhubung, dan memiliki standar keselamatan tinggi. Pengembangan infrastruktur strategis dan penanganan titik-titik rawan diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus mendukung mobilitas serta pertumbuhan ekonomi nasional.









