Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
OPINI PUBLIK

Konsistensi Adalah Wujud Nyata Cinta Tulus dan Ikhlas, Jacob Ereste Soroti Sikap Munafik dan Pengkhianatan

Avatar photo
80
×

Konsistensi Adalah Wujud Nyata Cinta Tulus dan Ikhlas, Jacob Ereste Soroti Sikap Munafik dan Pengkhianatan

Sebarkan artikel ini
Jacob Ereste

TINTAJURNALISNEWS —Jacob Ereste menegaskan bahwa konsistensi merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam menjaga karakter, kejujuran, dan ketulusan hati di tengah berbagai godaan hidup yang bersifat duniawi.

Dalam narasinya yang ditulis di Banten, 13 Mei 2026, Jacob Ereste menyebut bahwa konsistensi harus dibangun melalui disiplin diri yang kuat. Menurutnya, disiplin menjadi benteng utama untuk menjaga sikap dan karakter agar tetap kukuh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Ia menjelaskan bahwa salah satu cara terbaik menjaga disiplin diri adalah melalui laku spiritual yang dijalani dengan sungguh-sungguh dan penuh penghayatan. Bukan semata mengejar hasil, tetapi menikmati proses mendekatkan diri kepada Tuhan.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

“Yang terpenting dari laku spiritual adalah kemampuan menikmati dan menghayati laku yang dijalani sebagai nikmat penghantar menuju kedekatan diri pada Tuhan,” tulisnya.

BACA JUGA:  Cintai Pekerjaanmu: Hidup Sederhana, Penuh Makna dan Berkah

Jacob Ereste menilai bahwa peran hati dan rasa menjadi unsur utama dalam perjalanan spiritual manusia. Sikap tafakur, konsentrasi, serta perenungan diri secara rutin disebutnya sebagai bagian penting untuk mengenali karakter, ego, ambisi, hingga sifat egoistis yang harus dikendalikan sebelum seseorang ingin mengendalikan orang lain.

Ia juga menyinggung pelaksanaan ibadah sholat yang dilakukan secara rutin dan tepat waktu sebagai bentuk tuntunan Tuhan untuk membangun disiplin manusia. Menurutnya, sholat tidak hanya melatih kekhusyukan beribadah, tetapi juga membentuk ketepatan waktu, daya ingat, serta ketekunan dalam menjalankan kewajiban spiritual.

Dalam pandangannya, konsistensi yang terjaga dengan baik akan melahirkan karakter yang tangguh dan setia, bukan pribadi yang mudah berubah sikap demi kepentingan tertentu.

BACA JUGA:  Tidak Ada Jalan yang Salah, Semua Orang Sedang Bertarung dengan Takdirnya

Jacob Ereste menilai kesetiaan sejati lahir tanpa pamrih. Karena itu, sikap tulus dan jujur harus dijaga serta dipelihara sebagai nilai luhur yang semakin langka ditemukan dalam kehidupan modern, terutama dalam dunia politik.

Ia mengkritik praktik politik yang sering mengedepankan kepentingan dibanding loyalitas dan kejujuran. Menurutnya, istilah “tidak ada kawan dan lawan abadi selain kepentingan” telah menjadi gambaran nyata dalam dunia politik saat ini.

Fenomena “bajing loncat” politik, kata dia, menjadi budaya yang sulit diubah karena banyak pihak lebih memilih mengikuti arah kepentingan dibanding mempertahankan prinsip dan kesetiaan.

Padahal, lanjutnya, konsistensi hanya dapat tumbuh di atas fondasi kejujuran, keikhlasan, kasih sayang, dan cinta yang tulus tanpa pamrih. Dari nilai-nilai tersebut akan lahir sikap saling melindungi dan menjaga satu sama lain dari berbagai ancaman maupun pengkhianatan.

BACA JUGA:  Di Atas Langit Masih Ada Langit': Peringatan untuk Tetap Rendah Hati di Tengah Persaingan

Jacob Ereste menegaskan bahwa konsistensi sejatinya tidak perlu banyak diucapkan, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengutip pandangan dramawan W. S. Rendra yang menyebut bahwa perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata yang tidak perlu diucapkan.

Di akhir narasinya, Jacob Ereste menilai bahwa kejujuran dan moralitas jauh lebih penting dibanding kecerdasan tanpa etika. Sebab, menurutnya, pilihan terhadap kejujuran mengandung nilai spiritualitas dan religiusitas dalam hubungan manusia dengan Tuhan.

OPINI PUBLIK

Hujan deras turun di penghujung tahun. Air jatuh tanpa ragu, membasahi atap, jalan, dan pepohonan. Suasana ini menghadirkan jeda alami, saat aktivitas melambat dan pikiran diajak untuk menengok kembali perjalanan yang telah dilalui.

OPINI PUBLIK

Tidak semua rindu memiliki tiket pulang. Tidak semua kasih sayang bisa diwujudkan dengan pelukan di hari raya atau kebersamaan di meja makan keluarga. Bagi sebagian orang, terutama para perantau, keputusan untuk tidak pulang bukanlah perkara ringan melainkan pilihan yang lahir dari keadaan, tanggung jawab, dan realitas hidup.