Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
HUKUM & KRIMINALSolar Subsidi

Diduga Dikendalikan Oknum Aparat, Aktivitas “Mafia Solar” di SPBU KM 20 Kijang Disebut Terorganisir

Avatar photo
238
×

Diduga Dikendalikan Oknum Aparat, Aktivitas “Mafia Solar” di SPBU KM 20 Kijang Disebut Terorganisir

Sebarkan artikel ini
SPBU KM 20 KIJANG

TINTAJURNALISNEWS –Perkembangan terbaru terkait dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi di SPBU Kilometer 20 Kijang, Kabupaten Bintan, kembali mencuat pada Jumat (6/3/2026).

Informasi yang diperoleh Tinta Jurnalis News dari sumber terpercaya menyebutkan bahwa sejumlah truk pengangkut barang yang kerap terlihat mengantre untuk mengisi solar subsidi di lokasi tersebut diduga merupakan bagian dari kelompok yang terorganisir.

Kendaraan-kendaraan tersebut, termasuk yang tidak menggunakan nomor polisi maupun yang berpelat luar daerah, sebelumnya sempat menjadi sorotan masyarakat karena dinilai bebas mengakses solar bersubsidi tanpa hambatan berarti.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Seorang narasumber yang ditemui TJN di salah satu kedai kopi di wilayah Kijang mengungkapkan bahwa aktivitas tersebut diduga berkaitan dengan kelompok yang oleh masyarakat setempat kerap disebut sebagai “mafia solar subsidi.”

BACA JUGA:  KPK Buka Pintu Kasus Cukai Rokok, Pengusaha Mulai Dipanggil—Siapa Menyusul?

Menurutnya, kegiatan tersebut diduga telah berlangsung cukup lama karena dianggap memiliki keuntungan yang besar.

“Bagaimana tidak menjanjikan. Beli di SPBU sini dengan harga standar yang murah, lalu dijual lagi di luar sana atau ke pulau-pulau dengan harga berkali lipat,” ujar narasumber tersebut kepada TJN, Jumat siang.

Lebih lanjut ia menjelaskan, aktivitas tersebut diduga berjalan secara terorganisir, dengan pembagian tugas yang jelas di antara para pelaku.

Dalam kelompok tersebut, kata dia, terdapat pihak yang bertugas sebagai pengisi bahan bakar, pelansir atau pengangkut, pemantau situasi di sekitar SPBU, hingga pekerja yang menangani penyimpanan di gudang.

“Setiap orang ada bidangnya masing-masing. Ada yang isi, pelansir, pemantau di lokasi, sampai pekerja gudang. Ini sangat terorganisir,” jelasnya.

BACA JUGA:  Beras Berkutu dan Diduga Oplosan Beredar di Tanjung Uban, Warga Minta Pengawasan Diperketat

Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa aktivitas itu diduga berkaitan dengan seorang oknum aparat yang disebut masih aktif di wilayah Bintan. Namun demikian, informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Solar bersubsidi sendiri diketahui diperuntukkan bagi sektor tertentu seperti nelayan, petani, serta pelaku usaha kecil. Ketika kendaraan pengangkut barang dalam jumlah besar diduga bebas mengaksesnya, kondisi ini dinilai dapat merugikan masyarakat yang berhak menerima subsidi tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Tinta Jurnalis News masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola SPBU maupun aparat berwenang guna memperoleh penjelasan resmi terkait informasi yang berkembang di masyarakat tersebut.

HUKUM & KRIMINAL

Upaya penyelundupan ratusan kilogram emas dengan nilai fantastis berhasil digagalkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui unit Bea Cukai Jakarta di Bandara Halim Perdanakusuma.

Penindakan tersebut dilakukan pada Senin (27/04), terhadap rencana ekspor ilegal emas berupa perhiasan dan koin dengan nilai total mencapai sekitar Rp502 miliar.

Link WhatsApp Klik untuk chat WhatsApp