TINTAJURNALISNEWS –Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan roda pemerintahan dan pelayanan publik di wilayah terdampak bencana tetap berjalan normal dan tidak boleh lumpuh. Penegasan itu disampaikan menyusul bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Utara.
Sebanyak 18 kabupaten/kota tercatat terdampak. Meski demikian, pemerintah provinsi memastikan layanan dasar masyarakat seperti administrasi kependudukan, kesehatan, hingga koordinasi penanganan darurat tetap aktif.
Gubernur menekankan bahwa situasi tanggap darurat tidak boleh menjadi alasan terhentinya pelayanan kepada masyarakat. Seluruh perangkat daerah diminta siaga dan responsif, termasuk mempercepat koordinasi lintas sektor untuk memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.
Selain fokus pada penanganan darurat, pemerintah juga mulai menyiapkan langkah pemulihan pascabencana. Pendataan kerusakan infrastruktur, fasilitas umum, serta kebutuhan bantuan terus dilakukan agar proses rehabilitasi berjalan terarah dan tepat sasaran.
Komitmen ini menjadi sinyal tegas bahwa stabilitas pemerintahan dan pelayanan publik tetap menjadi prioritas, bahkan di tengah tekanan bencana.









