Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
PEMERINTAHAN

Amsakar Tekankan Kerukunan dan Penguasaan Teknologi pada Upacara HAB ke-80 Kemenag di Batam

Avatar photo
223
×

Amsakar Tekankan Kerukunan dan Penguasaan Teknologi pada Upacara HAB ke-80 Kemenag di Batam

Sebarkan artikel ini
Amsakar Achmad

TINTAJURNALISNEWS –Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya penguatan kerukunan umat beragama serta penguasaan teknologi di era kecerdasan buatan saat memimpin Upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026, yang digelar di MAN 1 Batam, Kecamatan Sagulung, Sabtu (3/1/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Batam, para kepala madrasah, tenaga pendidik, serta pelajar. Dalam kesempatan tersebut, Amsakar membacakan sambutan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dengan tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.”

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Dalam amanatnya, Amsakar menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan modal penting dalam membangun bangsa, bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan kekuatan yang mampu menyatukan perbedaan menjadi sinergi.

BACA JUGA:  HUT ke-78 Sumut, Pemprov Dorong “Satu Kolaborasi Sejuta Energi”: Bukan Sekadar Slogan, Tapi Kunci Percepatan Pembangunan!

“Kerukunan bukan hanya tidak adanya pertikaian, tetapi menjadi energi kebangsaan yang menyatukan perbedaan untuk mendorong kemajuan bangsa,” ujar Amsakar.

Ia menyampaikan, keberadaan Kementerian Agama sejak awal kemerdekaan merupakan kebutuhan nyata bagi bangsa Indonesia yang majemuk. Para pendiri bangsa, kata dia, telah meletakkan fondasi kuat agar kementerian ini menjadi penjaga nilai-nilai keagamaan yang damai sekaligus penggerak kesejahteraan sosial.

“Indonesia dibangun di atas keberagaman. Tugas kita hari ini adalah merawat perbedaan agar tetap menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan,” lanjutnya.

Amsakar juga menyinggung pentingnya meneladani sejarah peradaban Islam yang pernah menjadi pusat keilmuan dunia, seperti Baitul Hikmah, yang mengintegrasikan nilai agama dengan ilmu pengetahuan. Menurutnya, semangat tersebut relevan dalam menghadapi tantangan global saat ini, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

BACA JUGA:  Sekda Firmansyah Pimpin Rapat Persiapan Haul Akbar XVI, Tegaskan Sinergi Lintas OPD untuk Sukseskan Agenda Religius Kota Batam

“Di era kecerdasan buatan, kita tidak boleh tertinggal. Kita harus hadir memberi warna, memastikan teknologi berkembang sejalan dengan nilai keagamaan yang moderat, sejuk, dan mencerahkan,” tegasnya.

Menutup amanatnya, Amsakar mengajak seluruh aparatur Kementerian Agama untuk terus memperkuat sinergi dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, sejalan dengan semangat Hari Amal Bakti ke-80.

“Dengan kerukunan, pengabdian yang berdampak, serta penguasaan teknologi yang beretika, saya optimistis Indonesia dapat melangkah menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat,” pungkasnya.

Rangkaian upacara ditutup dengan penyerahan dan penyematan Tanda Kehormatan Satyalancana kepada 30 aparatur sipil negara, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian dalam melayani umat dan bangsa.

BACA JUGA:  Kapolda Kepri Tinjau Gereja di Batam, Pastikan Ibadah Natal Aman dan Kondusif

 

Sumber: MC Pemkot Batam

NASIONAL

Presiden RI, Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam memberantas korupsi dan kebocoran keuangan negara. Dalam sambutannya pada acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026), Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberi ruang bagi pihak-pihak yang merugikan negara.

PEMERINTAHAN

Proyek pemasangan pembatas jalan yang dilengkapi lampu hias di kawasan Simpang Empat, tepatnya di sekitar lampu merah Jalan Pelajau dan Jalan Raya Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, menuai sorotan masyarakat. Instalasi kabel listrik yang terpasang pada proyek tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan karena diduga tidak memenuhi standar kelistrikan yang semestinya.