Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONALPariwisata

Menawan Puncak Daik: HPI Lingga dan Malaysian Climbers Club Meriahkan Wisata Akhir Tahun 2025

Avatar photo
798
×

Menawan Puncak Daik: HPI Lingga dan Malaysian Climbers Club Meriahkan Wisata Akhir Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
Apheng Bersama Rombongan

TINTAJURNALISNEWS —Menjelang penutup tahun 2025, Puncak Daik kembali menjadi magnet wisata bagi para pecinta petualangan. Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DPC Kabupaten Lingga bersama Malaysian Climbers Club menggelar ekspedisi lintas negara yang memadukan tantangan alam, keindahan panorama, serta penguatan hubungan wisata antara Indonesia dan Malaysia.

Dalam sebuah video yang dikirimkan kepada redaksi Tinta Jurnalis News, salah seorang anggota Malaysian Climbers Club tampak penuh semangat ketika memulai perjalanan mereka. “Kami datang ke sini dalam misi untuk menawan Puncak Daik,” ujarnya antusias.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Ekspedisi ini turut didampingi pendaki lokal berpengalaman, Apheng, yang memahami karakteristik jalur Puncak Daik secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa keindahan kawasan tersebut selalu mampu memukau setiap pendaki yang datang.

BACA JUGA:  Kementerian ATR/BPN Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi Publik

“Luar biasa… Puncak Gunung Daik itu nyaman, aman, dan sangat tenteram untuk berwisata,” tutur Apheng.

Sebelum mendaki, seluruh rombongan menerima pengarahan dari seorang pendaki senior yang telah berkali-kali menaklukkan Puncak Daik. Ia memberikan pemahaman mengenai etika pendakian serta aturan tidak tertulis yang diyakini masyarakat sekitar, mengingat kawasan tersebut memiliki nilai sakral.

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah menjaga kesopanan selama berada di alam. Pendaki diimbau untuk tidak melakukan aktivitas sembarangan, termasuk kencing tanpa etika, serta dianjurkan untuk mengucapkan permisi atau meminta izin secara simbolis sebagai bentuk penghormatan terhadap alam sekitar.

“Ada panduan-pantuan yang harus dihormati. Kami diberi pemahaman tentang larangan-larangan di jalur puncak, terutama terkait etika terhadap alam. Ini membuat pendakian terasa lebih bermakna,” tambah Apheng.

BACA JUGA:  Sepakat OTT KPK Perlu Dihapus: Disebut Kampungan dan Pemborosan Negara

Cuaca cerah, suasana hangat antarpeserta, serta panorama alam yang memukau menjadikan ekspedisi ini berjalan lancar dan penuh kesan. Kegiatan ini menjadi salah satu cerita wisata akhir tahun paling menarik di Kabupaten Lingga, sekaligus meneguhkan Puncak Daik sebagai destinasi pendakian yang wajib dikunjungi bagi para pencinta alam Nusantara dan mancanegara.

EKONOMI

Berbagai keluhan yang selama ini dirasakan nelayan di Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akhirnya mulai terungkap ke permukaan. Mulai dari sulitnya memperoleh BBM subsidi, lambannya pengurusan dokumen kapal, hingga dugaan ketidaksesuaian penyaluran BBM menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.