Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
OPINI PUBLIK

Jauhi Kelompok Bermuka Dua: Manis di Depan, Busuk di Belakang

Avatar photo
498
×

Jauhi Kelompok Bermuka Dua: Manis di Depan, Busuk di Belakang

Sebarkan artikel ini
Tinta Jurnalis News

TINTAJURNALISNEWSDalam kehidupan sehari-hari, tak jarang kita menjumpai orang atau kelompok yang bersikap manis di depan namun menyimpan niat buruk di belakang. Mereka dikenal dengan istilah “bermuka dua” tampil seolah-olah baik dan ramah, tetapi sesungguhnya menyimpan agenda tersembunyi yang merugikan.

Fenomena ini sering kali menjebak banyak orang dalam hubungan yang tidak sehat, baik di lingkungan kerja, pertemanan, maupun dalam dunia organisasi.

Sikap manis di depan digunakan sebagai tameng untuk menarik simpati atau membangun kepercayaan, namun di balik layar mereka menyebar fitnah, menciptakan konflik, bahkan menjatuhkan orang lain demi kepentingan pribadi atau kelompoknya.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Kelompok seperti ini biasanya pandai menyusun strategi pencitraan. Mereka tidak segan-segan menggunakan kelemahan orang lain sebagai senjata, dan memutarbalikkan fakta untuk menciptakan kesan negatif terhadap seseorang yang dianggap menghalangi langkah mereka.

Diimbau untuk lebih waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh sikap manis yang penuh kepura-puraan. Lebih baik dikelilingi oleh orang-orang yang jujur dan apa adanya, meski terkadang keras, daripada terjebak dalam lingkungan yang penuh kemunafikan.

Jangan biarkan diri terperangkap dalam lingkaran palsu yang hanya membawa kerugian. Jauhi kelompok bermuka dua! Tegakkan nilai kejujuran, karena hanya dengan itulah kehidupan sosial dapat berjalan sehat dan saling menghargai.

OPINI PUBLIK

Tepat hari ini, 4 Juli 2026, genap satu minggu sejak kecelakaan yang saya alami pada 27 Juni 2026. Waktu memang mampu mengeringkan luka di tubuh. Atas izin Allah SWT, kondisi kesehatan saya kini telah berangsur membaik dan mencapai sekitar 70 persen. Namun, ada luka yang belum sepenuhnya sembuh, yaitu luka karena kenyataan yang saya temukan di balik musibah ini.