Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
Tanjungpinang

Waspadalah! Kini Muncul Oknum Calo Takedown Berita yang Suka Curang: Dititip Rp3 Juta, Penulis Hanya Kebagian Rp1 Juta

Avatar photo
182
×

Waspadalah! Kini Muncul Oknum Calo Takedown Berita yang Suka Curang: Dititip Rp3 Juta, Penulis Hanya Kebagian Rp1 Juta

Sebarkan artikel ini
,"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}
Ilustrasi Tinta Jurnalis News

TINTAJURNALISNEWS – Publik patut waspada. Fenomena merugikan kembali muncul di Tanjungpinang: oknum calo atau perantara takedown berita yang bermain curang dengan memotong uang titipan seenaknya.

Kasus terbaru cukup mencengangkan. Seorang pengusaha menitipkan uang sebesar Rp3 juta untuk menghapus sebuah pemberitaan.

Namun, penulis berita hanya menerima Rp1 juta. Sisa Rp2 juta raib entah ke mana diduga kuat “tersangkut” di kantong sang oknum perantara.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Modusnya sederhana tapi licik. Bermodal omongan dan mengaku bisa mengurus takedown, oknum ini memposisikan diri di tengah, meraup keuntungan besar tanpa kerja nyata.

Ironisnya, pihak yang seharusnya menerima sesuai kesepakatan justru menjadi korban dan hanya kebagian sisa.

BACA JUGA:  Judi Sabung Ayam di Batu 13 Arah Kijang yang Diduga Dibekingi Oknum Loreng, Netizen Malah Tanya: “Merugikan Negara Apa?”

Fenomena ini menunjukkan betapa rawannya jalur takedown yang tidak transparan. Pesannya jelas: jaga jarak dari oknum perantara semacam ini, karena kedekatan tanpa batas bisa berujung pada kerugian besar.

Transparansi dan komunikasi langsung adalah kunci. Tanpa itu, praktik licik seperti ini akan terus berulang dan memakan korban berikutnya.