Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
Mataram

Wamen Ossy Beri Arahan di NTB, Titipkan Empat Pesan Kunci untuk BPN: Data, Sinergi, Digitalisasi, dan Integritas

Avatar photo
72
×

Wamen Ossy Beri Arahan di NTB, Titipkan Empat Pesan Kunci untuk BPN: Data, Sinergi, Digitalisasi, dan Integritas

Sebarkan artikel ini
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}
Picsart-24-03-26-04-51-32-353
Ossy Dermawan

TINTAJURNALISNEWS –Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, memberikan pengarahan kepada jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Mataram, pada Sabtu (26/07/2025).

Dalam arahannya, Wamen Ossy menyampaikan apresiasi atas capaian positif kinerja pertanahan di wilayah NTB. Namun, ia menegaskan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks. Untuk itu, ia menitipkan empat pesan utama sebagai bekal menghadapi dinamika pembangunan:

1. Penguatan Data Pertanahan

2. Penguatan Sinergi dengan Stakeholder

3. Akselerasi Transformasi Digital

4. Menjaga Integritas dan Semangat Melayani

“Capaian di NTB ini bagus, tapi tantangan akan selalu ada. Maka, saya titipkan empat hal yang menurut saya penting untuk terus diperkuat,” ujar Ossy Dermawan.

Wamen menekankan pentingnya kualitas dan kuantitas data pertanahan. Ia menyebut bahwa dokumen pertanahan adalah dokumen hukum yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya. Karenanya, hasil Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pun perlu dicek ulang agar akurat dan tidak terjadi data ganda di sistem elektronik.

Dalam hal sinergi kelembagaan, Wamen mendorong Kantah dan Kanwil untuk menjalin hubungan baik dengan Pemda, aparat penegak hukum (APH), dan seluruh elemen masyarakat. Hal ini penting agar setiap kebijakan memiliki pijakan hukum yang kuat.

“Kantah harus mulai berpikir strategis. Jika ada investasi besar, jangan hanya lihat nilainya, tapi pastikan juga legalitas dan dampaknya,” tegasnya.

Terkait digitalisasi pertanahan, Wamen menyebut bahwa transformasi ke sistem elektronik seperti Sertifikat Elektronik adalah keniscayaan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa adaptasi masyarakat harus diiringi dengan sosialisasi masif dan pendekatan yang humanis.

“Sebagai pelayan publik, kita harus adaptif terhadap perubahan, tapi juga peka terhadap kesiapan masyarakat,” ucapnya.

Pesan keempat yang ditekankan Wamen adalah integritas dan semangat melayani. Ia mengingatkan bahwa publik kini makin kritis, terlebih di era media sosial. Maka, seluruh jajaran diminta untuk menjauhi praktik tidak etis, tidak menyalahgunakan jabatan, serta menjaga empati terhadap masyarakat kecil.

“Fokuslah pada pelayanan. Kalau kita sungguh-sungguh melayani, bisa jadi kita justru dapat lebih dari yang kita bayangkan,” ujarnya lugas.

Di akhir arahannya, Wamen Ossy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran BPN NTB atas kerja keras yang telah dilakukan. Ia menyatakan optimisme bahwa NTB memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai daerah maju jika ditopang dengan sistem pertanahan yang kuat dan kepemimpinan yang solid.

“Mudah-mudahan dengan kerja keras kita semua, kita bisa memberikan landasan data pertanahan yang baik agar pembangunan di NTB bisa berjalan tanpa hambatan,” pungkasnya.

Dalam kunjungan ini, Wamen Ossy didampingi Wakil Pembina Ikawati ATR/BPN, Wida Ossy Dermawan; Inspektur Wilayah III, Lutfi Zakaria; Kepala Kantah Kota Mataram, Halid Aslamudin, serta seluruh jajaran Kanwil BPN Provinsi NTB.

Example 120x600