Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
NASIONAL

Viral Masalah Surat Tanah di Bintan: Narsum Temukan Kelalaian BPN dan Tanda Tangan Kades pada Surat Baru 2016

Avatar photo
70
×

Viral Masalah Surat Tanah di Bintan: Narsum Temukan Kelalaian BPN dan Tanda Tangan Kades pada Surat Baru 2016

Sebarkan artikel ini
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}
Picsart-24-03-26-04-51-32-353

Surat yang di terbitkan 2007

TintaJurnalisNews -Mengutip pemberitaan sebelumnya di beberapa Media 29 November 2023, Masalah surat tanah milik Siti Rohani di Jalan Kp. Simpangan Desa I, Kelurahan Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau

Diduga ada kelalaian Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bintan terkait penerbitan sertifikat tanah tersebut.

Masalah ini bermula dari terbitnya sertifikat tanah milik Siti Rohani, sementara surat alashak yang seharusnya ditarik oleh BPN, tidak diambil

Surat alashak tersebut kini tergadaikan dengan Nomor Register: ../.. /.. / ../2007 kepada Mas Pur oleh mantan suami dari Siti Rohani pinjam uang sebesar 20 Jt.

Dalam penelusuran HELMY INDRA/Sumber, Kepala Desa Toapaya Selatan, Suhenda, telah berupaya memediasi masalah ini. Siti Rohani mengaku tidak mengetahui bahwa surat alashak tanahnya digadaikan oleh mantan suaminya.

“Saya masih membayar cicilan di bank dengan jaminan surat tanah yang sudah bersertifikat,” ujar Siti dalam keterangan yang disampaikan oleh Suhenda.

Suhenda menegaskan bahwa surat alashak yang digadaikan kepada Mas Pur memang milik Siti Rohani

“Saya akan memeriksa ke BPN. Jika benar surat tanah tersebut sudah bersertifikat, maka saya akan meminta BPN untuk mencabut sertifikatnya,” kata Suhenda/Red.

Namun, kejanggalan lain terungkap dalam penelusuran lebih mendalam oleh tim media kami (Helmy Indra) baru baru ini

Di BPN Bintan Kepulauan Riau HELMY INDRA/Sumber menemukan adanya surat tanah baru yang diterbitkan pada 14 November 2016 dengan Nomor: ../../../../2016 yang berstempel dan bercap kepala desa Toapaya Selatan.

Siapakah sebenarnya dalang di balik semua ini?

Perlu diketahui, surat tanah yang baru tahun 2016 tidak dikasih kepada Helmy Indra (Tim) saat meminta kepada BPN Bintan, dengan alasan hanya aparat penegak hukum yang bisa mengambil berkas tersebut untuk dijadikan barang bukti

“Bro cuma nomor SKT surat keterangan tanah saja kita boleh minta,” pungkas HELMY INDRA singkat.

Berita Ini, Masih Butuh Konfirmasi Selanjutnya.

(Redaksi)

Example 120x600
NASIONAL

Ke mana sebenarnya uang Rp500.000 per bulan yang disebut-sebut berasal dari seorang pelaku usaha kasino di Kota Batam? Pertanyaan ini mencuat setelah dana yang selama ini disalurkan melalui perantara berinisial RG di Tanjungpinang tak kunjung diterima oleh pihak penerima berinisial E sejak Januari 2026.

Sebelumnya, pola penyaluran dana tersebut berjalan lancar. Setiap bulan, tepatnya pada tanggal 11–12, E secara rutin menerima uang Rp500.000 melalui RG. Tidak pernah ada keterlambatan, tidak pernah ada persoalan. Namun pola yang telah berlangsung berbulan-bulan itu mendadak terputus.

Lingkungan

Aktivitas pembangunan di kawasan Tanjung Piayu belakangan menjadi sorotan publik, menyusul somasi terbuka terkait dugaan perusakan mangrove. Namun, pemuda setempat meminta isu ini disikapi secara objektif dan proporsional, menekankan bahwa proses pembangunan telah melalui tahapan perizinan sesuai ketentuan hukum dan berada di bawah pengawasan instansi terkait.