Ilustrasi TJN

TINTAJURNALISNEWS -Sebuah rekaman suara yang beredar di media sosial TikTok menghebohkan Kepulauan Riau. Dalam rekaman tersebut, seorang pria mengaku menjadi korban tindakan sewenang-wenang sekelompok orang yang diduga oknum aparat gabungan, yang datang ke kediamannya di kawasan Botania 1, Kota Batam, pada 16 Oktober 2025 malam.
Korban dalam rekaman itu menceritakan, sekitar pukul 22.00 WIB, tujuh hingga delapan orang bersenjata api tiba-tiba datang ke rumahnya di kawasan Bunga Raya, Botania 1. Mereka mengaku berasal dari Badan Narkotika Nasional (BNN).
Tanpa menunjukkan surat perintah, kelompok tersebut langsung masuk ke rumah dan menodongkan senjata ke arah korban serta teman-temannya. “Mereka berteriak ‘kami dari BNN! Mana narkobanya?’. Kami semua ketakutan, apalagi mereka bawa senjata api,” ujar korban dalam rekaman yang viral tersebut.
Korban mengaku seluruh temannya diborgol dan tidak sempat menanyakan surat tugas karena panik dan takut. Tidak lama kemudian, para pelaku menemukan bungkusan narkoba yang disebut tidak diketahui asalnya.
Dalam kondisi tertekan, korban akhirnya mengakui barang itu sebagai miliknya karena takut istrinya yang sedang hamil besar turut menjadi sasaran.
Yang lebih mengejutkan, korban mengungkap bahwa salah satu pelaku kemudian menawari “bantuan” dengan meminta uang sebesar Rp1 miliar agar kasus tersebut tidak dilanjutkan. Karena tidak memiliki uang sebanyak itu, korban hanya sanggup menyediakan Rp300 juta.
Uang tersebut kemudian ditransfer ke rekening pribadi atas nama Jefri Zalman sebesar Rp200 juta dan Rp100 juta dalam dua kali transaksi.
Masalah tak berhenti di situ. Salah satu teman korban yang diborgol bahkan sempat dibawa pergi oleh para pelaku karena kunci borgol patah. Namun setelah dilepaskan, teman tersebut mengaku mengenali beberapa dari mereka sebagai oknum Polisi Militer (PM) TNI dan seorang anggota Satres Narkoba Polda Kepri, bukan petugas BNN seperti yang mereka klaim.
Korban pun curiga telah menjadi korban pemerasan dan pencurian berkedok operasi narkoba. “Saya sempat konsultasi ke pihak POM. Dari situ saya dapat informasi bahwa yang datang itu bukan BNN, melainkan oknum PM dan oknum dari kepolisian,” katanya.
Korban juga mengaku sudah mencoba menyelesaikan secara baik-baik dengan pihak yang bersangkutan, bahkan sempat mendapatkan saran dari Komandan POM agar uang dikembalikan dan pelaku diberi sanksi disiplin. Namun, ia mengaku justru mendapat ancaman dari para oknum tersebut.
Kini, istrinya mengalami trauma dan ketakutan hingga meminta pindah rumah. “Saya anggap ini murni perampokan bersenjata. Mereka mengaku BNN, tapi ternyata bukan. Saya akan buat laporan resmi dengan pendampingan pengacara dan mohon dukungan rekan-rekan media agar kasus ini diusut tuntas,” ujar korban menutup kesaksiannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BNN, TNI, maupun Polda Kepri terkait pengakuan tersebut. Media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait untuk memastikan kebenaran pernyataan dalam rekaman yang tengah viral tersebut.













