Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
NASIONAL

Susno Duadji: Kepercayaan Publik ke Polri Sedang Turun, Penegakan Hukum Harus Benar

Avatar photo
11
×

Susno Duadji: Kepercayaan Publik ke Polri Sedang Turun, Penegakan Hukum Harus Benar

Sebarkan artikel ini
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}
Picsart-24-03-26-04-51-32-353
Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen (Purn) Susno Duadji,

TINTAJURNALISNEWS –Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen (Purn) Susno Duadji, menyoroti menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, terutama pasca penanganan aksi demonstrasi di sejumlah daerah.

Dalam program Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Rabu (3/9/2025), Susno menilai bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Polri saat ini sedang berada di posisi “down” dan perlu segera dipulihkan.

“Bukan turun terus, bukan dikhawatirkan, sekarang kan sedang pada posisi down, turun. Namun untuk memperbaikinya dengan cara menegakkan hukum sesuai dengan benar,” ujar Susno.

Susno juga mengutip data yang dikeluarkan oleh Amnesty International Indonesia terkait jumlah penangkapan selama unjuk rasa. Menurut laporan lembaga tersebut, ribuan orang ditangkap aparat kepolisian dalam rentetan aksi beberapa waktu terakhir.

Polri sendiri merilis bahwa sepanjang 25–31 Agustus 2025 telah dilakukan penangkapan terhadap 3.195 orang di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, sebagian besar telah dibebaskan, sementara 55 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Komnas HAM turut mencatat bahwa di wilayah hukum Polda Metro Jaya, sedikitnya 1.683 orang sempat ditangkap selama gelombang aksi berlangsung.

Menanggapi situasi tersebut, Susno menegaskan pentingnya membedakan antara tindakan pelanggaran hukum dengan aksi unjuk rasa yang damai.

“Orang-orang itu kan ditangkap karena dituduh melanggar hukum kan, bukan dituduh karena unjuk rasa. Kalau unjuk rasa itu tidak melanggar hukum, justru itu hak konstitusi dalam sebuah negara demokrasi,” jelasnya.

Amnesty International Indonesia menilai aparat kepolisian perlu mengedepankan pendekatan persuasif dalam mengamankan aksi, serta menghormati hak kebebasan berpendapat masyarakat. Lembaga ini juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan kekuatan berlebih dalam penanganan demonstrasi.

Komnas HAM menambahkan, kebebasan berekspresi merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi dan harus dilindungi oleh negara, sekaligus tetap memastikan ketertiban umum terjaga.

Example 120x600
NASIONAL

Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar yang mengusung tema “Doa untuk Bangsa” di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Dalam acara tersebut, dipanjatkan doa bagi Bangsa Indonesia, termasuk secara khusus bagi masyarakat yang tengah terdampak bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

HUKUM & KRIMINAL

Setelah HD dan OFO sebelumnya ramai diperbincangkan, kini hadir tiga nama baru: PSG, UFO Mind, dan UFO Bold semuanya ditemukan beredar luas tanpa pita cukai resmi, dan dijual terang-terangan di berbagai wilayah.

Situasi ini menciptakan satu pertanyaan besar yang terus mengendap di benak publik: “Mengapa mafia rokok ilegal tampak lebih terorganisir, lebih berani, dan lebih stabil dibanding negara?”