Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
PERISTIWA

Setelah Viral di Media, Dugaan Pengeroyokan Nelayan Mantang Akhirnya Dimediasi

Avatar photo
69
×

Setelah Viral di Media, Dugaan Pengeroyokan Nelayan Mantang Akhirnya Dimediasi

Sebarkan artikel ini
Dugaan pengeroyokan terhadap nelayan di Mantang, Kabupaten Bintan

TINTAJURNALISNEWS Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang nelayan asal Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan, yang sempat menjadi perhatian masyarakat akhirnya mendapat respons dari pemerintah dan aparat terkait setelah ramai diberitakan media.

Pemerintah bersama pihak kepolisian dan Lembaga Adat Melayu (LAM) kemudian memfasilitasi pertemuan antara nelayan berakit dan nelayan Mantang guna meredam ketegangan yang sempat terjadi pasca-insiden dugaan pengeroyokan tersebut.

Ketua Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAMNR) Tanjungpinang, Sasjoni, mengatakan langkah mediasi tersebut dilakukan setelah kasus yang terjadi menjadi sorotan publik melalui pemberitaan media.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

“Setelah berita naik terkait pengeroyokan di Bintan, pemerintah langsung mengambil langkah untuk mempertemukan nelayan berakit dengan nelayan Mantang. Hasilnya kemudian dilakukan mediasi yang difasilitasi oleh Polres dan LAM,” ujar Sasjoni kepada Tinta Jurnalis News, Sabtu (13/6/2026).

BACA JUGA:  Nelayan Tabunio Pertanyakan Pernyataan Kades Soal BBM Subsidi: “Kalau Baik-Baik Saja, Kenapa Masih Banyak Keluhan?”

Menurutnya, dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak diberikan kesempatan menyampaikan pandangan masing-masing terkait peristiwa yang terjadi. Mediasi berlangsung dengan melibatkan unsur pemerintah, kepolisian, dan tokoh adat sebagai upaya menciptakan suasana yang lebih kondusif di tengah masyarakat pesisir.

Sasjoni menilai perhatian media memiliki peran penting dalam mendorong hadirnya respons dari berbagai pihak terhadap persoalan yang sebelumnya telah berlangsung selama beberapa waktu.

“Selama beberapa minggu persoalan ini berjalan. Setelah menjadi perhatian dan ramai diberitakan media, akhirnya ada langkah untuk mempertemukan kedua belah pihak,” katanya.

Mediasi tersebut diharapkan dapat menjadi jalan untuk meredakan ketegangan yang muncul pasca-dugaan pengeroyokan, sekaligus menjaga hubungan baik antarwarga pesisir di Kabupaten Bintan agar tetap harmonis dan kondusif.

PERISTIWA

Sengketa pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Batu 9, Kelurahan Air Raja, Kota Tanjungpinang, tepatnya di sekitar kawasan dekat Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, hingga kini belum menemukan titik penyelesaian. Mediasi yang telah dilakukan sebanyak enam kali antara Christina dan RU, mantan anggota DPRD Kota Tanjungpinang, kembali berakhir tanpa kesepakatan.