Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
NASIONAL

Rokok Ilegal: Pelanggaran Hukum tapi Harga Bersahabat bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Avatar photo
241
×

Rokok Ilegal: Pelanggaran Hukum tapi Harga Bersahabat bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Sebarkan artikel ini
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"},{"id":"238997716119212","type":"ugc"}]}}
Ilustrasi Tinta jurnalis News

TINTAJURNALISNEWS – Isu rokok ilegal kembali mencuat di Kepulauan Riau. Meski jelas melanggar aturan, rokok ini tetap menjadi pilihan sebagian masyarakat berpenghasilan rendah karena harganya lebih terjangkau dibandingkan rokok legal.

Kenaikan harga rokok legal yang resmi dan terjamin kualitasnya membuat masyarakat berpendapatan rendah kesulitan mengakses produk tembakau. Kondisi ini mendorong sebagian warga mencari alternatif lain, termasuk rokok ilegal.

Fenomena ini menimbulkan dilema. Di satu sisi, rokok ilegal tidak memiliki jaminan kualitas maupun keamanan dan jelas melanggar hukum. Di sisi lain, harga rokok legal yang terus meningkat menekan masyarakat yang ingin tetap membeli produk tembakau dengan biaya lebih rendah.

Situasi ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Penegakan hukum terhadap rokok ilegal tetap penting, namun langkah-langkah pro-rakyat, seperti pengendalian harga rokok legal atau kebijakan yang meringankan beban masyarakat berpendapatan rendah, juga perlu dipertimbangkan.

Tanpa solusi yang seimbang, peredaran rokok ilegal diprediksi akan terus menjadi fenomena sulit diatasi.

NASIONAL

Pemerintah terus mendorong perubahan pola kerja aparatur negara melalui transformasi budaya kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menghadapi tantangan global, dengan menitikberatkan pada efisiensi, produktivitas, serta pemanfaatan teknologi digital di lingkungan birokrasi.