Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
PERISTIWAUnjuk Rasa

Ribuan Warga Anak Pulau Gelar Aksi Besar di Batam, Desak Yusril Koto Minta Maaf dan Tinggalkan Kepri

Avatar photo
201
×

Ribuan Warga Anak Pulau Gelar Aksi Besar di Batam, Desak Yusril Koto Minta Maaf dan Tinggalkan Kepri

Sebarkan artikel ini
Aksi unjuk rasa menuntut klarifikasi dan permintaan maaf dari Yusri Koto

TINTAJURNALISNEWS –Ribuan warga yang mengatasnamakan masyarakat Anak Pulau dari berbagai wilayah hinterland Kota Batam menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada Senin (15/6/2026). Massa memadati lokasi aksi sebagai bentuk protes terhadap Yusril Koto yang dinilai telah melontarkan pernyataan yang menyinggung serta melukai harga diri masyarakat pesisir Kepulauan Riau.

Berdasarkan pantauan Tim Tinta Jurnalis News di lapangan, aksi berlangsung dengan penuh semangat dan diikuti masyarakat dari berbagai pulau penyangga di wilayah Batam. Massa secara bergantian menyampaikan orasi, membentangkan spanduk tuntutan, serta meneriakkan yel-yel yang menggema di lokasi demonstrasi.

Dalam orasinya, para peserta aksi menegaskan bahwa mereka menuntut Yusri Koto untuk segera memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Anak Pulau. Menurut mereka, pernyataan yang disampaikan Yusril Koto telah menimbulkan kekecewaan dan dianggap mencederai marwah masyarakat pesisir yang selama ini menjaga nilai-nilai adat dan kehormatan kampung halaman.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Suasana aksi sempat memanas ketika massa meminta agar pihak Yusril Koto mengirimkan perwakilan untuk menemui mereka dan memberikan penjelasan secara langsung. Seruan tersebut disampaikan secara lantang oleh sejumlah peserta aksi yang mengaku datang untuk memperjuangkan harga diri masyarakat Anak Pulau.

“Makanya keluarkan perwakilan Yusril Koto! Demi marwah kampung kami Anak Pulau, kami siap mati!” teriak salah seorang peserta aksi yang kemudian disambut sorakan dan dukungan dari ribuan massa lainnya.

Tidak hanya menuntut klarifikasi dan permintaan maaf, massa juga mendesak Yusril Koto untuk bertanggung jawab atas polemik yang berkembang di tengah masyarakat. Dalam beberapa kesempatan, terdengar pula seruan yang meminta Yusril Koto meninggalkan Batam sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas pernyataan yang dianggap telah menyinggung perasaan masyarakat Anak Pulau.

“Kita datang untuk mengusir Yusril Koto,” seru salah seorang orator dari atas mobil komando. Meski demikian, orator tersebut tetap mengimbau seluruh peserta aksi untuk menjaga ketertiban, tidak terpancing emosi, dan menyampaikan aspirasi secara damai sesuai aturan yang berlaku.

Aparat keamanan tampak berjaga di sekitar lokasi guna memastikan jalannya aksi tetap aman dan kondusif. Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta koordinator lapangan juga terus memberikan arahan kepada massa agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Meski sempat diwarnai ketegangan akibat tingginya antusiasme peserta aksi, demonstrasi berlangsung relatif tertib hingga selesai. Massa menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas masyarakat Anak Pulau dalam menjaga marwah, kehormatan, serta persatuan masyarakat pesisir Kepulauan Riau.

Mereka berharap persoalan yang terjadi dapat segera diselesaikan melalui langkah yang bijaksana dan mengedepankan dialog, sehingga tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat Kepulauan Riau yang selama ini hidup berdampingan dalam suasana harmonis.

Hingga aksi berakhir, tuntutan utama massa tetap tidak berubah, yakni meminta Yusril Koto menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Anak Pulau serta memberikan penjelasan atas pernyataan yang dianggap telah menyinggung dan melukai perasaan warga pesisir Kepulauan Riau.

PERISTIWA

Kabar duka menyelimuti Kabupaten Natuna. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Masyarakat Miskin (Formis) Kabupaten Natuna, Ronny Kambey, meninggal dunia pada Kamis (23/7/2026) pukul 17.41 WIB di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Natuna setelah menjalani perawatan intensif. Almarhum wafat pada usia 75 tahun.

PERISTIWA

Komitmen memberikan perlindungan kepada mitra pengemudi kembali ditunjukkan oleh Maxim Indonesia. Melalui kerja sama dengan Yayasan Pengemudi Selamat Sejahtera Indonesia (YPSSI), perusahaan transportasi daring tersebut menyalurkan santunan penggantian biaya pengobatan kepada seorang mitra pengemudi di Kota Batam yang mengalami kecelakaan saat menjalankan layanan.