TINTAJURNALISNEWS.CO.ID -Bulan suci Ramadan 1446 Hijriah tinggal menghitung jam. Esok hari, umat Muslim di seluruh dunia akan memasuki bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan.
Ini adalah momen istimewa untuk memperkuat keimanan, memperbanyak amal ibadah, serta menebarkan kebaikan kepada sesama.
Lebih dari sekadar menahan lapar dan dahaga, Ramadan adalah perjalanan spiritual yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, serta kepedulian.
Setiap doa yang dipanjatkan memiliki keistimewaan, dan setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.
Dalam suasana penuh keberkahan ini, Redaksi Tinta Jurnalis News dan seluruh jajaran mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa.
Semoga Ramadan kali ini menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya, mempererat tali silaturahmi, serta menghadirkan ketenangan di setiap langkah kehidupan.
Di tengah berbagai tantangan, mari jadikan Ramadan sebagai momen untuk introspeksi diri, meningkatkan ketakwaan, serta menumbuhkan semangat berbagi dan peduli terhadap sesama.
Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1446 H. Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan kebahagiaan bagi kita semua.
“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo telah mengundang kami ke Istana. Kami mendapatkan pengetahuan baru bahwa Istana tidak hanya soal taman dan bangunan, tetapi ada sistem pemerintahan di dalamnya,” ujar Jamhari Hafizh.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis guna memperkuat konektivitas sekaligus mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di kawasan Papua Tengah.
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung misi perdamaian dunia melalui penguatan kerja sama strategis dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Fokus utama dalam kolaborasi ini adalah menjamin keamanan dan keselamatan personel yang bertugas di wilayah konflik.
Langkah tegas namun produktif ditunjukkan Kejaksaan Republik Indonesia dalam pemulihan aset negara. Melalui mekanisme resmi, empat kapal hasil tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap diserahkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk dimanfaatkan sebagai aset operasional negara.