Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
NASIONAL

Rafli Jadi Korban Pengeroyokan di Leko Caffe, Diduga Melibatkan Oknum Loreng

Avatar photo
163
×

Rafli Jadi Korban Pengeroyokan di Leko Caffe, Diduga Melibatkan Oknum Loreng

Sebarkan artikel ini
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":2},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"361069954035201","type":"ugc"}]}}

Rafli Alamsah (18)

TintaJurnalisNews –Sebuah insiden pengeroyokan terjadi di Leko Caffe, sebuah tempat hiburan malam yang terletak di Jalan Raya Dompak, Tanjungpinang, pada Minggu subuh sekitar pukul 05.00 WIB. Rafli Alamsah (18), seorang pemuda asal Bintan, menjadi korban dalam kejadian tersebut, yang menyebabkan luka lebam di wajah dan pelipis mata.

Berdasarkan keterangan korban, keluarga, dan Pak Rasyid, tokoh masyarakat kepada Media Tinta Jurnalis News (9/12/24) bahwa pengeroyokan tersebut diduga melibatkan oknum loreng. Informasi ini juga diperoleh dari petugas keamanan yang berada di lokasi kejadian.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Kronologi insiden ini dimulai setelah Rafli melerai keributan antara temannya dan beberapa orang lainnya di Leko Caffe. Setelah situasi mereda, seorang oknum loreng mendekati Rafli sambil menunjukkan sebuah foto dan bertanya, “Ini fotomu?”. Tanpa peringatan, Rafli langsung diserang oleh oknum tersebut, yang kemudian diikuti oleh serangan dari beberapa rekannya.

BACA JUGA:  Syahrinaldi Bahas Teknik Penguncian di Pelatihan Pemasyarakatan Se-Sumatera

Meski telah dilakukan pertemuan antara pihak korban dan pelaku, hingga saat ini penyelesaian yang memadai belum tercapai.
Keluarga korban mengungkapkan ketidakpuasan terhadap proses yang ada, mengingat tindakan pengeroyokan ini jelas bertentangan dengan norma sosial dan etika, apalagi jika melibatkan oknum Loreng yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat.

Pak Rasyid, yang juga berperan sebagai tokoh masyarakat, mengungkapkan harapannya agar kasus ini dapat diselesaikan secara adil. “Minimal oknum tersebut harus diberikan sanksi oleh atasannya. Kasus ini bukanlah hal yang bisa dianggap enteng, apalagi terjadi di tempat hiburan malam,” tegas Pak Rasyid.

Keluarga korban berharap agar proses penyelesaian dapat berjalan dengan transparan dan adil, serta memberikan efek jera bagi mereka yang terlibat, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

BACA JUGA:  Membangun SDM Unggul: Kunci Sukses Indonesia di Kancah Global

Berita Ini, Masih Butuh Konfirmasi Selanjutnya.

HUKUM & KRIMINAL

Langkah tegas namun produktif ditunjukkan Kejaksaan Republik Indonesia dalam pemulihan aset negara. Melalui mekanisme resmi, empat kapal hasil tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap diserahkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk dimanfaatkan sebagai aset operasional negara.