Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
Bekasi

Presiden Prabowo Luncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4 Bekasi

Avatar photo
72
×

Presiden Prabowo Luncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4 Bekasi

Sebarkan artikel ini
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["picsart"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"349538621087201","type":"ugc"}]}}
Picsart-24-03-26-04-51-32-353
Prabowo Subianto meluncurkan secara resmi program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas

TINTAJURNALISNEWS —Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meluncurkan secara resmi program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas pada Senin, 17 November 2025, di SMP Negeri 4 Kota Bekasi. Peluncuran ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang revitalisasi satuan pendidikan, pembangunan sekolah unggul, dan percepatan digitalisasi pembelajaran.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa teknologi pendidikan menjadi instrumen utama untuk memastikan pemerataan kualitas pembelajaran di seluruh wilayah Indonesia. Melalui penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan digital pintar, sekolah dapat menghadirkan materi ajar interaktif, animasi pembelajaran, hingga mengakses pengajaran dari guru-guru terbaik secara terpusat.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa hingga pertengahan November 2025, pemerintah telah mendistribusikan sekitar 75 persen IFP ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Sisanya sedang dalam proses pengiriman dan dipastikan selesai sesuai target nasional. Program ini diharapkan menjadi dorongan besar bagi peningkatan kemampuan literasi digital dan transformasi ruang kelas menuju pembelajaran berbasis teknologi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam laporannya kepada Presiden, menjelaskan bahwa per 16 November 2025, sebanyak 172.550 unit IFP telah tiba di sekolah dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Sementara 43.022 unit lainnya sedang dalam proses distribusi dan direncanakan tuntas pada Desember 2025. Program ini juga disertai dengan penyediaan laptop, media penyimpanan konten pembelajaran, serta pelatihan intensif bagi guru-guru agar mampu mengoperasikan perangkat digital secara optimal.

Untuk daerah yang belum memiliki jaringan listrik stabil, pemerintah bekerja sama dengan PLN menyediakan panel surya sebagai solusi agar perangkat IFP tetap dapat digunakan. Selain itu, IFP telah dilengkapi fitur talkback, yang memungkinkan akses lebih inklusif bagi peserta didik penyandang disabilitas netra.

Peluncuran di SMPN 4 Bekasi turut dihadiri dan diikuti secara daring oleh 1.137 sekolah dari 38 provinsi, yang menyaksikan demonstrasi penggunaan IFP dalam kegiatan belajar mengajar. Presiden juga berinteraksi langsung dengan para siswa dan guru untuk melihat penerapan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

Pemerintah menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen nasional untuk memperkuat kualitas pendidikan dan memperluas kesempatan belajar yang setara di seluruh penjuru tanah air. Digitalisasi ruang kelas diharapkan mampu mempercepat peningkatan standar pembelajaran, memperluas akses terhadap materi berkualitas, serta mencetak generasi muda Indonesia yang lebih siap menghadapi perkembangan global.

 

Sumber: Sekretariat Presiden, Sekretariat Kabinet, Kemendikdasmen, Inpres No. 7 Tahun 2025

Example 120x600