Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
Jakarta

Presiden Prabowo Bahas Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Bersama Ketua Dewan GTK

Avatar photo
45
×

Presiden Prabowo Bahas Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Bersama Ketua Dewan GTK

Sebarkan artikel ini
Picsart-24-03-26-04-51-32-353
Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon, ke Istana Merdeka

TINTAJURNALISNEWS —Menjelang peringatan Hari Pahlawan tahun 2025, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memanggil Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon, ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 5 November 2025.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda penting, salah satunya terkait rencana pemberian anugerah gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh-tokoh yang dinilai telah berjasa besar bagi bangsa dan negara.

“Saya sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, Tanda Kehormatan tadi telah menyampaikan kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto terkait dengan pemberian Anugerah Gelar Kepahlawanan Nasional yang memang ini dilaksanakan sudah merupakan kegiatan rutin dalam rangka Hari Pahlawan 2025,” ujar Fadli Zon usai pertemuan.

Fadli Zon menjelaskan, proses pengusulan calon penerima gelar Pahlawan Nasional dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga ke tingkat nasional. Dalam proses tersebut, keterlibatan berbagai unsur seperti akademisi, peneliti, dan tokoh masyarakat dari beragam latar belakang menjadi bagian penting dalam memastikan objektivitas dan kelayakan setiap usulan.

“Setelah dari kabupaten/kota ke provinsi, di sana ada juga tim peneliti, akademisi, dan sejumlah tokoh yang menilai melalui TP2GD (Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah). Kemudian setelah itu diteruskan kepada TP2GP (Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat) di Kementerian Sosial. Dewan Gelar GTK, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan telah menerima hasil kajian dari Kementerian Sosial yang merupakan hasil penelitian TP2GP,” jelasnya.

Dalam laporannya kepada Presiden, Fadli Zon menyampaikan bahwa terdapat 40 nama calon Pahlawan Nasional baru yang diusulkan tahun ini, serta 9 nama tambahan yang merupakan hasil lanjutan dari proses tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 24 nama telah ditetapkan sebagai usulan prioritas oleh Dewan GTK setelah melalui tahapan seleksi dan kajian mendalam.

“Kalau semuanya memenuhi syarat. Jadi tidak ada yang tidak memenuhi syarat. Semua yang telah disampaikan ini memenuhi syarat. Perjuangannya semua jelas, latar belakangnya, riwayat hidupnya, dan sudah diuji secara akademik serta ilmiah. Riwayat perjuangannya telah diteliti dengan seksama melalui beberapa lapisan dan tahapan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Fadli Zon menambahkan bahwa proses seleksi juga memperhatikan prinsip keberagaman dan inklusivitas, baik dari aspek daerah, peran gender, maupun kontribusi di berbagai bidang perjuangan dan pembangunan bangsa.

“Kita menyeleksi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan termasuk gender, provinsi, dan lain-lain,” tandasnya.

Pemberian gelar Pahlawan Nasional merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menghargai jasa dan pengorbanan para tokoh bangsa yang telah berkontribusi besar dalam memperjuangkan kemerdekaan serta pembangunan Indonesia. Anugerah ini rencananya akan diberikan secara resmi pada momentum peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025 mendatang.

 

Sumber: BPMI Setpres

 

Example 120x600