Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Presiden Jokowi Resmikan Smelter Grade Alumina Refinery PT Borneo Alumina Indonesia di Mempawah

Avatar photo
211
×

Presiden Jokowi Resmikan Smelter Grade Alumina Refinery PT Borneo Alumina Indonesia di Mempawah

Sebarkan artikel ini

Presiden Joko Widodo

TintaJurnalisNews –Presiden Joko Widodo meresmikan Injeksi Bauksit Perdana Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) milik PT Borneo Alumina Indonesia di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada Selasa, 24 September 2024. Proyek strategis ini merupakan upaya nyata pemerintah untuk menghentikan ekspor bahan mentah dan mempercepat industrialisasi di dalam negeri.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menegaskan bahwa pembangunan smelter ini adalah bagian dari perjuangan panjang untuk membawa Indonesia menuju kemandirian industri. “Ini adalah langkah besar dalam mewujudkan industrialisasi di negara kita. Meskipun sempat ada hambatan, dengan visi dan semangat yang kuat, akhirnya kita bisa menyelesaikan ini,” kata Presiden.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Presiden menekankan pentingnya hilirisasi sumber daya alam, sebuah langkah strategis yang menurutnya sangat diperlukan agar Indonesia tidak lagi hanya menjadi eksportir bahan mentah. Hilirisasi ini, menurut Jokowi, adalah kunci untuk menjadikan Indonesia sebagai negara industri yang mandiri dan maju.

BACA JUGA:  MK Ubah Aturan: Partai Politik Tanpa Kursi DPRD Kini Bisa Ajukan Cagub di Pilkada 2024

“Selama lebih dari 400 tahun, sejak zaman VOC, kita hanya mengekspor bahan mentah. Negara-negara maju yang mengimpor bahan-bahan mentah kita, berkembang pesat. Sementara kita yang memiliki kekayaan alam, terus tertinggal,” ujarnya.

Langkah Berani Hentikan Ekspor Bauksit dan Nikel:

Presiden juga menyoroti langkah pemerintah yang berani menghentikan ekspor komoditas penting seperti nikel dan bauksit, yang sempat mendapat protes dari Uni Eropa. “Ketika kita stop ekspor nikel, Uni Eropa menggugat kita ke WTO. Tapi setelah itu, mereka tidak lagi mengeluh. Bauksit kita stop, tembaga juga, dan tidak ada yang menggugat karena mereka sedang menghadapi masalah mereka sendiri,” tambahnya.

Langkah ini, menurut Presiden, memberikan dampak luar biasa bagi perekonomian nasional. Sebagai contoh, ekspor nikel yang sebelumnya hanya menghasilkan 1,4 hingga 2 miliar USD per tahun, kini melonjak menjadi 34,8 miliar USD setelah ekspor bahan mentahnya dihentikan.

BACA JUGA:  Jaksa Agung Lantik JAMBIN dan Empat Staf Ahli, Tekankan Profesionalisme dan Integritas

“Dengan hilirisasi nikel, kita mendapatkan hampir 600 triliun rupiah nilai tambah untuk negeri ini. Ini bukti nyata bahwa kebijakan hilirisasi membawa keuntungan besar,” ungkap Jokowi.

Mengurangi Ketergantungan Impor Aluminium:

Presiden Jokowi juga menyoroti tingginya kebutuhan aluminium dalam negeri yang mencapai 1,2 juta ton per tahun. Saat ini, 56 persen dari kebutuhan tersebut masih harus diimpor. Namun, dengan beroperasinya smelter ini, Presiden berharap ketergantungan impor tersebut bisa segera diakhiri.

“Setelah smelter ini berproduksi penuh, kita bisa menghentikan impor aluminium yang selama ini menguras devisa hingga 3,5 miliar USD setiap tahunnya,” jelas Presiden.

Smelter PT Borneo Alumina Indonesia ini akan memproses bahan baku bauksit menjadi alumina, yang kemudian akan dikirim ke PT Inalum di Kuala Tanjung untuk diolah lebih lanjut. Jokowi optimis bahwa proyek senilai 16 triliun rupiah ini akan menjadi awal baru bagi Indonesia dalam perjalanan menuju negara industri yang maju.

BACA JUGA:  Empat Pulau Resmi Masuk Wilayah Aceh, Pemerintah Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas dan Kepastian Hukum

Dalam kunjungan tersebut, Presiden turut didampingi oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta sejumlah pejabat daerah dan pimpinan perusahaan terkait.

(BPMI Setpres)

NASIONAL

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Haji dan Umrah, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Ketua Pengawas Haji, serta pimpinan Komisi VIII DPR RI di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Rabu (17/6/2026).
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (Setkab RI), pertemuan tersebut membahas laporan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang secara umum dinilai berjalan baik, lancar, tertib, serta semakin memberikan kemudahan bagi jemaah Indonesia.