Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Presiden Jokowi Minta Pergantian Ketum Kadin Diselesaikan Secara Internal

Avatar photo
147
×

Presiden Jokowi Minta Pergantian Ketum Kadin Diselesaikan Secara Internal

Sebarkan artikel ini

Presiden Jokowi 

TintaJurnalisNews -Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa persoalan pergantian Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia harus diselesaikan secara internal, tanpa melibatkan pihak luar, terutama pemerintah. Ia mengingatkan bahwa Kadin adalah organisasi pengusaha, bukan organisasi politik.

“Selesaikan secara baik-baik di internal Kadin. Jangan bola panasnya disorong ke saya,” ujar Presiden saat meresmikan Kantor Fédération Internationale de Basketball (FIBA) Indonesia di Menara Danareksa, Jakarta, pada Selasa, 17 September 2024.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Presiden juga menyatakan bahwa selama masa jabatannya, ia selalu menjaga hubungan baik dengan setiap Ketua Umum Kadin. “Selama 10 tahun saya menjabat, saya dekat dengan Kadin, baik dengan Pak Suryo Bambang, Pak Rosan Roeslani, Pak Arsjad, maupun Pak Anin. Semuanya baik,” jelas Jokowi.

BACA JUGA:  Pemerintah Resmi Terbitkan PP 39/2025, Koperasi dan Ormas Keagamaan Dapat Akses Kelola Tambang

Terkait dinamika internal Kadin, Jokowi menekankan pentingnya menjaga organisasi tersebut agar tetap fokus pada kepentingan dunia usaha. “Siapapun bisa bertemu dengan saya, saya terbuka. Tapi, sekali lagi, selesaikan masalah Kadin di internal, jangan menyorong bola panas ke Presiden,” tegasnya.

Konflik internal Kadin mencuat setelah Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang menunjuk Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum Kadin periode 2024-2026 menggantikan Arsjad Rasjid.

Sumber: BPMI Setpres

NASIONAL

Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada para peserta Presidential Future Leaders Program (PFLP) 2026 di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (24/5/2026). Program yang dirancang khusus oleh Presiden tersebut dipersiapkan untuk membentuk calon pemimpin perusahaan-perusahaan BUMN di masa mendatang.